Mahasiswa Poltek Bunda Kandung Kaget Kampusnya Nonaktif

Politeknik Bunda Kandung Jakarta yang terletak di Jalan Raya Tanjung Barat Selatan No.1 Jakarta Selatan tampak sepi.

Mahasiswa Poltek Bunda Kandung Kaget Kampusnya Nonaktif
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PASARMINGGU—Sabtu (3/10) siang, kampus Politeknik Bunda Kandung Jakarta yang terletak di Jalan Raya Tanjung Barat Selatan No.1 Jakarta Selatan tampak sepi karena kegiatan perkuliahan telah selesai.

Ruang dosen, ruang tata usaha, serta ruang kelas sudah ditinggalkan penghuni kampus tersebut. Hanya ada beberapa orang mahasiswa jurusan Teknik Mesin di kampus tersebut yang sedang duduk-duduk sembari mengobrol setelah perkuliahan.

Rastu Pamuji (21), Budi (20), dan beberapa teman lainnya mengaku kaget bahwa kampusnya berstatus nonaktif pada pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT) milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) per 30 September lalu.

"Kaget sih mbak kok masalah ini muncul, status kami katanya nonaktif, tetapi di Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) status kami aktif," kata Budi kepada Warta Kota, siang itu.

Budi mengaku sebenarnya dia beserta kawan-kawan satu almamaternya sudah mengetahui hal tersebut sejak Mei lalu. Ketika mengkonfirmasikan kepada pihak kampus, dirinya menjelaskan, menurut pihak kampus semuanya sudah clear saat itu.

"Status kampus kami ini sudah aktif, waktu itu kabarnya nonaktif karena tidak menyerahkan laporan perkuliahan. Tapi setelah itu diklarifikasi kalau status Politeknik Bunda Kandung sudah aktif," jelasnya.

Karenanya, pihak mahasiswapun, kata Budi, bisa tenang kembali belajar seperti biasanya. Tetapi, begitu mengetahui dari berbagai berita di media cetak maupun online, dia dan kawan-kawannya kembali terkejut karena selama ini menganggap bahwa status kampusnya sudah aktif kembali.

"Kaget juga mbak, karena kok rame lagi kalau kampus kita termasuk salah satu dari 243 PTS yang dinonaktifkan sama Kemenristekdikti. Sementara data di Kopertis kami aktif," tutur Rastu melanjutkan kawannya.

Selain kaget, mereka juga khawatir lantaran status nonaktif itu akan mengganggu mereka dalam mendapatkan pengakuan dari perusahaan.

"Ya kalau dibilang khawatir pastinya kami khawatir. Siapa sih yang nggak takut udah dua tahun lebih kuliah tapi kampusnya nonaktif. Tetapi kami di sini tetap belajar kok seperti biasanya. Satu kelas malah ada 28 mahasiswa dan setiap harinya selalu ada kuliah juga praktik," imbuh Rastu.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved