Pedagang Kaki Lima

Habis Masa Kontraknya, JP Jakarta Pusat Akan Dievaluasi

Telah habis masa kontrak sejak bulan Juli 2015 lalu, area relokasi PKL atau lebih dikenal JP di Jakarta Pusat akan dievaluasi Pemkot Jakarta Pusat.

Habis Masa Kontraknya, JP Jakarta Pusat Akan Dievaluasi
Warta Kota/Dwi Rizki
JP 04 pedagang ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. 

Lokasi lainnya berada di JP 28 Jalan Garuda, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran.

JP yang dihuni oleh sebanyak 32 orang pedagang makanan dan minuman itu masuk dalam daftar hitam lantaran menyebabkan macet.

Kondisi serupa pun terjadi di JP 20 di Jalan B Buntu Karanganyar, Sawah Besar.

JP yang dihuni oleh sebanyak 65 pedagang onderdil mobil itu akan dihapuskan tanpa adanya upaya relokasi dari Pemkot Jakarta Pusat.

"Kami sudah evaluasi dan nilai, apakah lokasi masih memungkinkan atau justru menyebabkan masalah, hasilnya ada enam yang masuk prioritas, tiga JP direvitalisasi, tiga lainnya akan kita bongkar. Alasannya jelas, selain picu kemacetan, bentuk bangunan yang berubah dari desain awal sampai pembongkaran untuk pencegahan genangan," kata Bangun Richard.

Bangun Richard mengatakan, terkait peninjauan tersebut, pihaknya pun telah menghapuskan JP 21 yang berada di Jalan B Buntu Karanganyar, Sawah Besar beberapa waktu lalu.

JP yang dihuni oleh sebanyak 54 orang pedagang sembako itu dihapuskan karena dinilai menyebabkan kemacetan dan kumuh.

Sedangkan, JP Pecenongan, pusat kuliner yang sebelumnya direkomendasikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama untuk dihapus lantaran diketahui adanya praktek pungli diungkapkannya, tetap dibiarkan.

Hal itu dikarenakan JP Pecenongan merupakan trademark Jakarta Pusat dan pusat seafood Jakarta Pusat.

"Karena sudah habis masa kontrak, semua JP sekarang berstatus quo dan masih kita terus lakukan peninjauan. Jadi ada kemungkinan penghapusan JP akan dilakukan lebih banyak lagi, karena memang kita nilai keberadaan dan fungsinya," ujar Bangun Richard.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help