Pedagang Kaki Lima

Habis Masa Kontraknya, JP Jakarta Pusat Akan Dievaluasi

Telah habis masa kontrak sejak bulan Juli 2015 lalu, area relokasi PKL atau lebih dikenal JP di Jakarta Pusat akan dievaluasi Pemkot Jakarta Pusat.

Habis Masa Kontraknya, JP Jakarta Pusat Akan Dievaluasi
Warta Kota/Dwi Rizki
JP 04 pedagang ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Telah habis masa kontrak sejak bulan Juli 2015 lalu, area relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) atau lebih dikenal JP di wilayah Jakarta Pusat akan dievaluasi Pemkot Jakarta Pusat.

Hasilnya, sebanyak tiga lokasi JP akan direlokasi, sedangkan tiga lokasi JP lainnya akan dihapus lantaran memicu berbagai permasalahan.

Berakhirnya izin seluruh JP di wilayah Jakarta Pusat diungkapkan oleh Kasudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat, Bangun Richard.

Terkait hal tersebut, pihaknya pun kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sebanyak 42 lokasi JP aktif saat ini.

Hasilnya, ada sebanyak tiga lokasi JP yang akan direvitalisasi, yakni JP 04 yang diisi pedagang ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng serta JP 41 dan JP 42 yang diisi oleh pedagang makanan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Revitalisasi diusulkan pihaknya karena selain telah berubah bentuk menjadi permanen, kios pedagang diketahui juga telah diperjualbelikan.

Selain revitalisasi, penghapusan JP pun disampaikannya akan dilakukan.

Tercatat ada empat lokasi JP yang masuk dalam catatan hitam lantaran memicu permasalahan sosial, seperti kemacetan, sampah hingga adanya praktek pungutan liar (pungli).

Ketiga JP tersebut antara lain, JP 31 Kembang Sepatu di Senen, Jakarta Pusat.

JP yang kini dihuni oleh sebanyak 80 orang pedagang elektronik itu diusulkan untuk dihapus karena memicu tumpukan sampah liar dan kumuhnya lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved