Biaya Visum Korban Perkosaan Ditanggung Negara

Polres Jakpus menjamin, visum terhadap korban ditanggung negara meski korban terpaksa menggadaikan sepeda motornya untuk melaksanakan visum.

Biaya Visum Korban Perkosaan Ditanggung Negara
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SENEN -- Pengembangan kasus pemerkosaan yang dialami balita berusia 3,5 tahun, DA anak dari pasangan suami istri di Tanah Abang, Jakarta Pusat, terus berjalan.

Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Roma Hutajulu mengatakan, tersangka yang diketahui merupakan tetangga korban telah diamankan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Pusat pada Senin (28/9/2015) lalu.

Hingga kini, lanjutnya, pemeriksaan tersangka, saksi hingga pengumpulan barang bukti telah dilakukan, termasuk hasil visum korban dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Tersangka sudah kami amankan dan masih diperiksa, anggota masih lakukan pendalaman kasus," katanya, saat dihubungi Warta Kota, Selasa (29/9/2015).

Sementara itu, terkait biaya yang dibayarkan pihak keluarga selama proses pembuatan laporan visum, dirinya menyampaikan, hal tersebut tidak benar.

Sebab, seluruh biaya terkait penyelidikan maupun pengembangan kasus seluruhnya ditanggung oleh negara.

"Itu tidak benar karena semua proses penyelidikan seluruhnya ditanggung oleh negara. Apalagi visum korban ini untuk pengembangan kasus, tetapi korban yang justru dibebankan," katanya.

Terkait hal tersebut, dirinya menyampaikan akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota Unit PPA Polres Jakarta Pusat sekaligus meminta keterangan pihak RSCM.

Karena, diketahui jika keluarga korban sampai menggadaikan sepeda motor untuk membayar biaya visum tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus pencabulan anak di bawah umur menimpa bocah perempuan berusia 3,5 tahun, DA anak dari pasangan TS (29) dan AS (30) warga gang beringin RT 05/01 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/9) menjadi korban pencabulan tetangganya, Salman (57), duda beristri dua.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved