Properti

Pengamat: Kini Saat Tepat Investasi Properti

Pelambatan pertumbuhan ekonomi akhir-akhir ini membuat banyak sektor termasuk bisnis properti terkena imbasnya.

Pengamat: Kini Saat Tepat Investasi Properti
Warta Kota/Ichwan Chasani
Andreas Siregar, pengamat properti dari Panangian School of Property (berkacamata) bersama Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), Supriantoro, menggunting pita tanda diresmikannya show unit Mahogany Residence, Minggu (27/9/2015). 

WARTA KOTA, CIKARANG - Pelambatan pertumbuhan ekonomi akhir-akhir ini membuat banyak sektor termasuk bisnis properti terkena imbasnya. Namun di saat ekonomi mengalami pelambatan, justru dinilai oleh pengamat properti sebagai waktu yang tepat untuk berinvestasi di bidang properti.

Andreas Siregar, pengamat properti dari Panangian School of Property mengatakan bahwa dalam siklus bisnis properti ada istilah booming property.

Saat terjadi booming property, developer menjadi raja karena bisa menentukan harga properti dengan harga tinggi.

“Setelah booming property, terjadilah masa perlambatan. Itulah saat para pemilik uang menjadi raja. Masa perlambatan ekonomi itu jusru waktu yang tepat untuk investasi properti karena banyak insentif diberikan baik di pasar primer maupun sekunder. Pengembang juga menahan harga,” tuturnya di sela-sela peluncuran show unit Mahogany Residence, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9/2015).

Menurut Andreas, selain membicarakan peluang, orang yang akan berinvestasi harus juga menghitung resiko.

“Investasi merupakan pengorbanan yang sudah pasti saat ini dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang belum pasti. Maka modalnya harus aman dulu, jangan sampai modal habis tergerus inflasi. Investasi apa yang tidak tergerus inflasi, ya properti,” terangnya.

Selain modal aman, lanjut Andreas, harus ada kenaikan nilai (gain) dari investasi yang dipilih. Properti yang memiliki gain tinggi hanya ditemukan di lokasi sunrise.

Sunrise property itu sendiri, kata Andreas, ditentukan dua hal yaitu lokasi properti yang peruntukannya memang sudah ditetapkan pemerintah, dan perkembangan kawasan itu sendiri di tahun-tahun mendatang.

“Kenaikan nilai itu sendiri, menurut saya yang aman minimal 15 persen per tahun, dengan tingkat balikan (yield) minimal 8 persen per tahun,” imbuhnya.

Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), Supriantoro mengakui adanya penurunan permintaan produk properti yang dikembangkan NPS selama 2015 ini.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help