WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Transportasi Jakarta

Taksi Uber Tetap Akan Beroperasi Meski Belum Ada Izin

Layanan aplikasi Uber atau Taksi Uber hingga kini masih terus beroperasi melayani penumpang meski belum ada izin.

Taksi Uber Tetap Akan Beroperasi Meski Belum Ada Izin
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Taksi Uber 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dinas Perhubungan DKI Jakarta pekan lalu  melakukan pertemuan dengan berbagai elemen yang terkait dengan transportasi berbasis aplikasi.

Dalam pertemua itu disepakati bahwa tidak diperbolehkannya transportasi berbasis aplikasi beroperasi sebelum memenuhi izin.

Namun, layanan aplikasi Uber atau yang kerap disebut Taksi Uber hingga kini masih terus beroperasi melayani penumpang. Pihaknya mengaku, tengah mengurus perizinan Penanaman Modal Asing (PMA).

"Sampai saat ini, kami masih beroperasi di Jakarta. Uber memastikan perusahaan kami dan ribuan mitra pengendara kami selalu mematuhi Undang-undang dan peraturan yang berlaku. Kami menghargai regulasi yang berlaku di daerah. Jadi tidak ada alasan untuk kami tidak beroperasi. Kami sambil mengurus Penamaman Modal Asing (PMA) di Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) agar dapat membayar pajak seperti apa yang diwajibkan," kata Karun Arya, Communication Lead Uber for South Asia and India, dalam email yang dikirimnya, Selasa (22/9/2015).

Menurut Arya, Uber adalah perusahaan teknologi yang tidak mengoperasikan kendaraan atau mempekerjakan pengemudi.

Pihaknya, hanya menghubungkan permintaan penumpang kepada mitranya dari perusahaan penyewaan transportasi.

"Kendaraan yang dimiliki oleh mitra kami, menggunakan pelat hitam telah mematuhi peraturan serta perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2003 pasal 30 ayat 3(a) menyebutkan bahwa mobil penumpang umum untuk angkutan sewa (mobil rental) harus dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam, tulisan putih dan diberi kode khusus. Termasuk dalam Peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2002 Pasal 39 ayat 3(a) yang menyebutkan bahwa kendaraan bermotor perseorangan dan sewa harus menggunakan tanda nomor kendaraan dengan warna dasar pelat hitam. Jadi kami sudah sesuai," jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, untuk masalah keselamatan penumpang, pihaknya juga mengaku telah memenuhinya.

Hal tersebut, sesuai dengan Pasal 14 Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. 653, tahun 2001 soal asuransi. Pihaknya, memberikan premi asuransi hingga sebesar Rp 25 juta.

"Untuk pengemudi mitra kami, juga harus memberikan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) sebelum mereka dapat menggunakan teknologi kami. Pengalaman berkendara dengan Uber sepenuhnya dilindungi oleh Asuransi Komersil," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Emanuel Kristianto, mengatakan, bahhwa saat ini, pihaknya hanya memegang enam perusahaan rental resmi dengan jumlah unit 457 unit.

Karena itu, ia menyarankan kepada pihak Uber untuk melaporkan mitranya, kepada Dishub.

Pasalnya, armada Uber saat ini sudah mencapai ribuan unit. Sedangkan, 30 unit mobil Uber yang ditertibkan, tidak terdaftar dalam perusahaan rental.

"Jika memang resmi, ya laporkan ke kami. Kami juga tidak sebutkan, bahwa pelat mobil rental harus berwarna kuning," katanya.

Karena itu, ia mengatakan, bahwa pihaknya tetap akan menindak tegas, unit mobil rental yang beroperasi namun, belum terdaftar dalam perusahaan rental.

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help