Ekonomi jadi Faktor Mengapa Siswa Putus Sekolah di Indonesia

Faktor ekonomi menjadi faktor utama penyebab siswa di Indonesia putus sekolah.

Ekonomi jadi Faktor Mengapa Siswa Putus Sekolah di Indonesia
Kompas Images
Anak putus sekolah 

WARTA KOTA, SENAYAN -- Faktor ekonomi menjadi faktor utama penyebab siswa di Indonesia putus sekolah.

Hal ini, menurut Totok Amin Soefijanto, konsultan Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia, yang didasarkan data UNICEF, didasarkan karena faktor ekonomi.

"Kebanyakan anak-anak Indonesia lebih senang membantu orangtua untuk bekerja di sektor ekonomi," kata Totok dalam diskusi pendidikan mengenai wajib belajar 12 tahun di Gedung Kemendikbud, Rabu (23/9/2015) siang.

Totok mengatakan, sejauh ini peluang bekerja bagi anak-anak usia sekolah sangat terbuka.

Karenanya, faktor ekonomi yang kurang baik, maka anak-anak lebih memilih bekerja yang menghasilkan uang dibandingkan dengan belajar, tanpa disadari, pendidikan sesungguhnya merupakan jalan keluar dari kondisi kemiskinan itu sendiri.

Selain itu, kata Totok, faktor lain yang menyebabkan kondisi putus sekolah adalah ketidakkhadiran guru di sekolah.

"Ketidakhadiran guru di sekolah menjadi salah satu alasan siswa putus sekolah. Jadi, bila guru tidak hadir ke sekolah, bagaimana siswa mau berangkat ke sekolah," ujar Totok.

Kemudian, ia juga mengatakan guru mungkin hadir ke sekolah tetapi tidak masuk ke kelas. Akibatnya, siswa belajar tidak mendapatkan pendampingan guru dan cenderung memilih untuk tidak bersekolah.

Tidak hanya itu saja, saat ini yang marak terjadi adalah permasalahan asap di daerah-daerah di Indonesia yang mengurangi jam belajar sekolah.

Selain itu, dana sekolah yang tidak tepat sasaran juga menjadi alasan ketidakhadiran siswa di sekolah. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help