Pemuda Tegal Tewas Ditusuk Pisau Dapur

Mazanif Afandi‎ (18) meregang nyawa setelah ditusuk lehernya oleh pelaku yang diduga saudara sepupunya sendiri, Aris Susanto.

Pemuda Tegal Tewas Ditusuk Pisau Dapur
Wahyu Tri Laksono
Ilustrasi pisau berdarah. 

WARTA KOTA, KEBAYORANLAMA-Mazanif Afandi‎ (18), seorang pekerja kerajinan perak, meregang nyawa setelah ditusuk lehernya oleh pelaku yang diduga saudara sepupunya sendiri, Aris Susanto. Peristiwa yang terjadi di rumah kontrakan di Jalan Kebon Mangga 2, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan‎, Kamis (17/9) itu menggemparkan warga sekitar.

Warga dikejutkan dengan teriakan kesakitan Mazanif pada dini hari sekitar pukul 03.00, termasuk enam orang penghuni kontrakan yang sedang tidur. Di salah satu kamar berukuran 2 x 3 meter, Mazanif tidur beralas kasur lipat merah dan diselimuti sarung. Pria asal Tegal itu baru sebulan tinggal di Jakarta. Diduga pelaku menghabisi Mazanif dengan sebilah pisau dapur di dalam kamar berukuran 2 meter x 3 meter.

Karpet berwarna biru yang ditutupi kasur terlihat masih bercucuran darah. ‎Percikan darah korban juga terlihat di tembok dan kursi plastik.

Kejadian itu terjadi pada pukul 03.30 WIB. Saat itu, korban dan yang diduga pelaku sedang tidur di ruang tamu yang letaknya di bagian depan rumah. Sementara ada dua orang rekan sesama pekerja konveksi pembuatan perak tidur di kamar lainnya.

Adjie (35), salah seorang teman kerja korban yang tinggal di kontrakan itu mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Menurutnya, sebelum tidak terlihat ada permasalahan antara kedua bersaudara itu. 

"Korban teriak-teriak minta tolong setelah ditusuk lehernya. Kami langsung terbangun dan melihat korban sudah berlumuran darah," kata dia di lokasi kejadian, Kamis (17/9/2015).

Melihat Mazanif berlumuran darah, Abdul Gofir (39), kakak kandung Aris langsung membawa adiknya itu dengan sepeda motor Honda Supra X 125  ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Sedangkan, Aris sudah tidak ada di lokasi kejadian. Ia meninggalkan baju yang berlumuran darah. 

"‎Korban sama Aris tidur bareng di ruang tamu. ‎Saat itu ada dua pekerja yang sedang nonton bola Liga Champions. Setelah bola selesai mereka tidur. Sepuluh menit kemudian, terdengar teriak-teriak dari kobran," tuturnya.

Sementara itu, Herman (40) mengatakan bahwa Aris yang diduga pelaku hanya main ke rumah konveksi itu yang ditinggali warga dari Tegal.

"Aris hanya main disini, karena alasannya sedang ingin menunggu pekerjaan di bidang pelayaran," ungkapnya.

‎Menurutnya, korban dan pelaku memang dikenal sangat dekat. Ketika ditanya motif asmara atas pembunuhan itu, kata dia, tidak ada karena pelaku sudah memiliki istri di Tegal. Sedangkan, korban belum memiliki pacar.

"‎Pelaku nusuk pake pisau dapur, habis itu dia kabur telanjang dada. Karena baju yang digunakan pelaku ditinggalkan di TKP," ucapnya.

‎Pihak kepolisian masih menyelidiki tewasnya Mazanif Afandi di rumah kontrakannya Jalan Kebon Mangga 2 RT 02/03, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang diduga dianiaya oleh sepupunya Aris Susanto, Kamis (17/9/2015).

"Kita masih selidiki siapa pelakunya," kata Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Riftajudin.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved