WartaKota/

Pilkada Tangsel

Panwaslu Tangsel Kaji Laporan Tim Airin-Benyamin soal Rumah Dinas

Muhammad Taufiq mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji laporan yang dianggap tim Airin-Benyamin merupakan black campaign dan pencemaran nama baik

Panwaslu Tangsel Kaji Laporan Tim Airin-Benyamin soal Rumah Dinas
Warta Kota/Banu Adikara
Ketua Panwaslu Tangsel, Muhammad Taufiq (kanan) dan Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Tangsel, Muhammad Acep. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Panwaslu Tangsel membenarkan bahwa laporan yang dilayangkan tim pemenangan pasangan petahana nomor urut 3, Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie kemarin adalah fitnah soal rumah pribadi Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany yang dijadikan rumah dinas.

Kepala Panwaslu Tangsel, Muhammad Taufiq mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji laporan yang dianggap tim Airin-Benyamin merupakan black campaign dan pencemaran nama baik tersebut.

"Ya, benar soal itu (rumah dinas-red). Masih kami kaji lebih dalam. Selain itu soal adanya dugaan fan page Airin Rachmi Diany yang diretas," kata Taufiq, Kamis (17/9).

Taufiq melanjutkan, tim pemenangan juga mendesak Panwaslu untuk segera mengambil tindakan menyoal tudingan-tudingan yang berujung gejolak di media sosial. Terkait hal ini, Taufiq mengaku pihaknya mengalami keterbatasan.

"Ini memang jadi kendala kami, karena kami belum ada pengalaman menangani dugaan pelanggaran kampanye di sosial media," kata Taufiq.

Karenanya, kata Taufiq, pihaknya akan melibatkan pihak-pihak luar untuk membantu Panwaslu Tangsel mengkaji dugaan pelanggaran di sosial media.

"Kami akan gandeng ahli-ahli teknik informatika lokal maupun nasional untuk membantu kami," katanya.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, tim pemenangan pasangan petahana nomor urut 3, Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie Rabu (17/9) kemarin ini melaporkan tuduhan fitnah yang disebarkan via Facebook dari akun bernama Cak Hamied ke Panwaslu Tangsel.

Salah satu postingan yang diposting akun tersebut adalah soal rumah dinas Airin di Kompleks Perumahan Sutra Nerada, Jalan Sutra Nerada V nomor 16, Alam Sutera, Serpong, Kota Tangsel, yang ternyata merupakan rumah pribadinya.

Rumah itu disebut disewakan kepada negara Rp 250 juta per tahun. Hal ini dianggap merupakan bentuk keserakahan seorang kepala daerah yang harusnya bisa menyewa gedung lain untuk rumah dinas. (Banu Adikara)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help