Pedagang Kaki Lima

Soal Relokasi PKL, PPKK Berikan Jawaban

PKL di di sekitar Masjid Akbar Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb dan PKL Jiung, Jalan Kemayoran Gempol dalam waktu dekat akan ditertibkan.

Soal Relokasi PKL, PPKK Berikan Jawaban
Warta Kota/Dwi Rizki
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kemayoran, tepatnya di sekitar Masjid Akbar Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb dan PKL Jiung, Jalan Kemayoran Gempol dalam waktu dekat akan ditertibkan. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kemayoran, tepatnya di sekitar Masjid Akbar Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb dan PKL Jiung, Jalan Kemayoran Gempol dalam waktu dekat akan ditertibkan.

Lahan seluas satu hektar yang berlokasi di Blok B I PPKK telah disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai area relokasi PKL pada awal Kemayoran 2015 mendatang.

Kepala Divisi Pengamanan dan Bina Lingkungan Pengelola Pusat Kawasan Kemayoran (PPKK), Soetrisno Danu mengatakan, jika pihaknya sangat menyambut baik rencana penertiban sekaligus relokasi PKL tersebut.

Pelaksanaan relokasi PKL yang bertempat di Blok B I PPKK atau lebih dikenal sebagai Gang Laler itu diharapkan dapat menghilangkan praktIk prostitusi dan peredaran narkoba terselubung kedepannya.

"Persiapan relokasi sudah dilakukan, Pedagang Kaki Lima nantinya menempati lahan seluas satu hektar di Blok B I, atau sebelah utara Gang Laler. Setelah kami bebaskan, kami akan bekerjasama dengan Sudin UMKM Jakarta Pusat karena mereka yang bangun sarana dan prasarana di lokasi," kata Soetrisno Danu.

Terkait proses penertiban, dirinya menyampaikan jika pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi kepada warga pada tanggal 17 September 2015 mendatang.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya pun akan melakukan pemasangan spanduk dan pertemuan antar warga sebagai langkah pembinaan.

Selanjutnya, proses pengosongan lahan akan dilakukan pada tanggal 24 September 2015 hingga akhir bulan September 2015. Sehingga target pembebasan lahan yang ditetapkan pada tanggal 1 Oktober 2015 dapat tercapai.

"Lokasi tersebut dihuni oleh sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) yang menempati bangunan semi permanen, semuanya tinggal sudah belasan tahun secara liar. Mengenai dana kerohiman, kali ini tidak kita berikan, karena sudah tiga kali mereka kita kasih, tapi nyatanya kembali tinggal di lokasi lagi," ujar Soetrisno Danu.

Usai berhasil direlokasi dan dibangun, lahan yang berada di antara Jalan Garuda dengan Jalan Benyamin Sueb itu dikatakannya, akan diberikan hak guna pakai selama lima tahun kepada Pemkot Jakarta Pusat.

Batas waktu yang ditetapkan tersebut, dijelaskannya, sesuai dengan keputusan Direktur Utama PPKK yang mengacu pada tata kota kawasan PPKK.

Pemanfaatan lahan, kata Soetrisno Danu, bersifat hak guna pakai, batas waktunya lima tahun.

Walaupun singkat, kata Soetrisno Danu, tapi pemanfaatan lahan akan dilakukan optimal.

"Kita coba lihat bagaimana pengaruhnya, apabila baik, kemungkinan penambahan waktu akan dilakukan. Tapi kita tetap melihat rencana tata kota juga, karena di bidang yang sama rencananya juga akan dibangun gedung Polres Jakarta Pusat, Kompolnas dan KPUD DKI Jakarta," kata Soetrisno Danu.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help