Pertolongan Pertama Jika Tergigit Hewan Rabies

Yang penting pas awal ketemu anjing rabies itu jangan panik, kita menghindar pelan-pelan.

Pertolongan Pertama Jika Tergigit Hewan Rabies
Warta Kota/Dwi Rizki

WARTA KOTA, TANAHABANG - Walau lebih dari satu dekade wilayah Jakarta Pusat dinyatakan bebas rabies, tepatnya sejak tahun 2004, peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya rabies harus terus ditularkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Langkah tersebut seperti yang direalisasikan Sudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat dalam pengukuhan Dokter Hewan Cilik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Ditemui Warta Kota Usai pengukuhan, kedua orang Dokter Hewan Cilik, Nayla (10) dan Dimas (10) siswa kelas V SDN 12 Bendungan Hilir mengaku senang dapat menjadi dokter hewan. Sembari memperagakan gerak, keduanya menjelaskan mengenai ciri-ciri hewan terjangkit rabies dan penanganan pertama apabila terkena gigitan.

Pada deteksi dini, keduanya menjelaskan jika ciri-ciri hewan terjangkit rabies dapat diketahui dengan mudah, diantaranya bermata merah,  gontai dan agresif. Selain itu, ciri yang awam terlihat adalah hewan mengeluarkan liur dan berbusa.

Sedangkan, mengenai pertolongan pertama apabila seseorang terkena gigitan hewan rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka dengan air mengalir. Apabila ditemukan luka sobekan, bagian perlukaan dapat diikat dengan kain setelah kotoran ataupun liur yang berasal dari hewan sudah dibersihkan.

"Yang penting pas awal ketemu anjing rabies itu jangan panik, kita menghindar pelan-pelan. Kalau sampai ke ikut juga jangan nangis, sakit memang iya, tapi kita harus cepet-cepet bersihin pake air mengalir. Habis itu cepet lapor dewasa, minta dianterin ke rumah sakit," jelas Nayla sembari memperagakan mencuci tangan.

Ditemui bersamaan, Sami (35) orangtua Aina (9) siswi kelas IV SDN 12 Bendungan Hilir mengatakan jika dirinya sangat mengapresiasi langkah Pemkot Jakarta Pusat yang melibatkan anak-anak dalam pencegahan penularan rabies. Karena diketahuinya, jika anak-anak memang sangat rentan terhadap serangan hewan terjangkit rabies, apalagi saat berada di luar pengawasan orangtua ataupun guru.

"Kalau menurut saya sangat bagus ya, soalnya anak-anak jadi tahu seperti apa ciri-ciri hewan yang kena rabies. Kalau sudah tahu, anak-anak kan bisa menghindar agar tidak tergigit," ungkapnya saat ditemui Warta Kota di SDN 12 Bendungan Hilir, Rabu (9/9).

Hal serupa pun disampaikan oleh Ketua Komite SDN 12 Bendungan Hilir, Sonia Ramadhani. Ibu dari Muhammad Syaif (9) Siswi Kelas IV B SDN 12 Bendungan Hilir itu menilai jika penetapan Dokter Hewan Cilik sangat tepat sasaran. Karena, suatu hal dapat cepat dipahami anak apabila disampaikan oleh teman sebaya.

Hanya saja, selama pelaksanaan sosialisasi yang rencananya akan dilakukan rutin pada beberapa sekolah wilayah Jakarta Pusat itu tidak mengganggu kegiatan belajar para Dokter Hewan Cilik. Apabila terjadi, justru kegiatan tersebut akan sangat merugikan.

"Saya harapkan jika kegiatan tidak membebani anak-anak, karena seperti yang kita tahu kalau para Dokter Hewan Cilik ini kebanyakan anak-anak siswa kelas VI. Tapi saya setuju dan dukung penuh, karena kegiatan ini sangat positif," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help