Hari Raya Kurban

Kepala Sekolah Jakarta Tolak Ahok Larang Kurban di Sekolah

Beberapa kepala sekolah di Jakarta menyayangkan keputusan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang melarang pemotongan hewan kurban di sekolah.

Kepala Sekolah Jakarta Tolak Ahok Larang Kurban di Sekolah
Warta Kota/Ichwan Chasani
Ilustrasi sapi kurban 

WARTA KOTA, PALMERAH— Beberapa kepala sekolah di Jakarta menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang melarang pemotongan hewan kurban di sekolah.

Seorang kepala SMK di Jakarta Selatan yang enggan disebut namanya, mengatakan sudah sejak tahun lalu sekolahnya tidak mengadakan pemotongan hewan kurban di sekolah. Hal ini karena adanya surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta yang melarang pemotongan hewan kurban di sekolah.

"Kami selalu mengadakan pemotongan hewan kurban di sekolah setiap tahun. Namun setelah terbitnya surat edaran pelarangan di 2014, sejak itu kami tidak lagi mengadakan pemotongan hewan kurban di selolah," jelas kepala sekolah tersebut ketika dihubungi Warta Kota, Rabu (9/9/2015) sore.

Menurutnya, dilarangnya pemotongan hewan justru membuat sekolah tidak bisa mengajarkan nilai-nilai edukasi syariah pendidikan agama.

Sekolah, kata kepala sekolah tersebut, sebelum mengadakan pemotongan hewan kurban selalu menceritakan kepada siswa mengenai sejarah dari pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

"Kalau hanya dikaitkan dengan masalah darah bercucuran, saya rasa selama ini kami menyelenggarakan pemotongan aman-aman saja, tidak ada masalah. Justru dengan dilarangnya kegiatan tersebut, nilai edukasinya akan ikut hilang juga," jelasnya.

Sejauh ini, ketika sekolah mengadakan pemotongan hewan kurban, yang lebih banyak melakukan kurban adalah guru di sekolah. Prinsipnya, guru mengumpulkan uang untuk dibelikan hewan kurban dan dipotong di sekolah. Kemudian, daging kurban diberikan kepada siswa atau warga sekitar yang kurang mampu.

Senada, kepala SMA di Jakarta Pusat, mengatakan hal serupa. Menurutnya, pelarangan berkurban di sekolah tidak mendasar. Hal ini karena pada dasarnya selain prosesi memotong hewan kurban, sekolah juga mengajarkan nilai-nilai tentang berkurban kepada siswa yang beragama Islam. Penyelenggaraannya juga tidak dipaksakan kepada siswa.

"Kebanyakan yang menyelenggarakan kurban justru guru. Sementara siswa tidak kami paksakan, justru yang ada adalah orangtua yang merasa mampu menyerahkan hewan kurban ke sekolah untuk dipotong di sekolah," kata kepala sekolah itu.

Ia menjelaskan, selain mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa, kurban di sekolah juga dilakukan guna menjaga hubungan baik antara sekolah dengan warga sekitar.

Pasalnya, di lingkungan sekitar sekolah itulah daging hewan kurban dibagikan. Hal ini lantaran di sekitar sekolah itu sebagian besar justru berasal dari kelas menengah bawah. Karenanya, dengan pembagian hewan kurban ke masyarakat, menjadikan masyarakat sekitar dapat turut memiliki sekolah dan ikut menjaga lingkungan sekolah.

Karenanya, pihaknya menyayangkan jika Gubernur DKI Jakarta melarang pelaksanaan pemotongan hewan kurban di sekolah. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved