Perampokan

Uang Rp 420 Juta Milik RS Medika Cibitung Dirampok

Sebuah ambulans Rumah Sakit Medika Cibitung, Kabupaten Bekasi, dihentikan kawanan perampok setibanya di rumah sakit

Uang Rp 420 Juta Milik RS Medika Cibitung Dirampok
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI— Sebuah ambulans  Rumah Sakit Medika Cibitung, Kabupaten Bekasi, dihentikan kawanan perampok setibanya di rumah sakit tersebut di Kampung Selang Cau, Desa Wanasari RT 04/13, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Selasa (8/9) pukul 09.00.

Aksi mereka bukan untuk mengambil mobil tersebut, melainkan untuk mengambil paksa uang tunai sebanyak Rp 420 juta di dalam mobil itu.

Ya, saat itu RS Medika Cibitung baru saja mengutus dua karyawannya mengambil uang tunai di Bank BCA yang terletak di Jalan Teuku Umar KM 43, Cibitung Kabupaten Bekasi. Rencananya uang sebanyak itu akan digunakan untuk membayar tagihan obat rumah sakit.

Dede, pegawai rumah sakit yang juga menjadi korban perampokan mengatakan, pelaku berjumlah dua orang dengan menumpang satu unit motor. Setibanya di rumah sakit, mendadak mobil ambulance yang dia tumpangi dihentikan pelaku.

Tanpa basa-basi, seorang pelaku yang dibonceng langsung turun dari motor. Saat itu juga, dia membuka paksa pintu mobil sebelah kiri sambil menodongkan golok ke arahnya. Dengan golok itu, pelaku memaksa korban agar memberikan tas yang berisi uang tunai Rp 420 juta.

Dede pun panik dan terpaksa menyerahkan tas tersebut. Saat tas tersebut berpindah tangan, tak disangka Dede menariknya kembali. Aksi tarik menarik tas tersebut akhirnya tak bisa terhindarkan. Dede berusaha mempertahankan tas milik perusahannya itu, namun apa daya pelaku mengayunkan golok ke arahnya. Beruntung, Dede berhasil menghindar dan melepaskan tas tersebut.

"Saya hampir dilukai sama pelaku dengan golok yang dibawanya. Beruntung bisa menghindar," ujar Dede pada Selasa (8/9) siang.

Dede melanjutkan, saat tas itu berhasil dirampas pelaku, mereka langsung melarikan diri. Dede mengaku, tak menyangka bisa menjadi korban perampokan. Padahal di pertengahan jalan, sang sopir dan dia tak merasa diikuti oleh kawanan penjahat. Dede pun menduga, kawanan penjahat itu sudah membuntuti mereka dari Bank BCA.

Menurut Dede, aksi kejahatan itu sempat disaksikan oleh pengunjung rumah sakit. Namun mereka tak berani melawan penjahat, karena kawanan perampok dibekali golok saat beraksi. "Mereka pegang senjata semua, nggak ada yang berani mendekat karena takut dilukain," kata Dede.

Menjadi korban perampokan, lalu Dede melaporkan kejadian ini ke Polsek Cikarang Barat untuk diselidiki. Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Komisaris Aprima Suar menjelaskan, kejadian yang dialami oleh Dede merupakan perampasan, bukan perampokan. Sebab saat kejadian, Dede tidak dilukai pelaku dan tas berisi uang tunai itu bisa berpindah tangan karena diberi korban.

Meski demikian, saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Sebanyak lima saksi masih dimintai keterangan guna mengungkap ciri-ciri pelaku. "Kami juga mempelajari rekaman CCTV karena dari rekaman itu terlihat mereka mengenakan helm dan bersenjata tajam," kata dia.

Dia juga memastikan, tak ada korban luka dan jiwa dalam kejadian ini. Namun nilai kerugian yang dialami rumah sakit sebesar Rp 420 juta. "Hanya kerugian materi sebesar Rp 420 juta," singkatnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help