Bagus Rangin Layak Jadi Pahlawan Nasional

Ki Bagus Rangin memimpin masyarakat di wilayah keresidenan Cirebon memberontak terhadap penjajah Belanda selama kurun 1805-1818.

Bagus Rangin Layak Jadi Pahlawan Nasional
Istimewa
TB Hasanuddin. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Selama ini, sebagian masyarakat mengenal nama jalan di wilayah Jawa Barat banyak menggunakan Jalan Ki Bagus Rangin.

Misalnya ibu kota Jawa Barat, Bandung, terdapat nama jalan Ki Bagus Rangin.

Tokoh yang dianggap berkontribusi besar untuk perjuangan mengusir dan melawan penjajah Belanda itu masih belum dijadikan sebagai pahlawan nasional, sehingga sejumlah kalangan kemudian melakukan upaya untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional.

Bagi kalangan masyarakat Cirebon,Indramayu, majalengka kuningan memiliki tokoh pejuang, yang berkontribusi besar untuk melawan penjajah di zaman Belanda, yang hingga hingga sekarang masih melekat di masyarakat, Ki Bagus Rangin.

Bagus Rangin memiliki Integritas dan moral yang tinggi membela kaum miskin tanpa pamrih.

"Beliau memimpin masyarakat di wilayah keresidenan Cirebon memberontak terhadap penjajah Belanda selama 13 tahun lebih (1805-1818)," kata anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin di Jakarta, Senin (7/9/2015).

Politisi yang akrab disapa TBH itu menyatakan, selama pemberontakan tersebut, Bagus Rangin memiliki kemampuan menggerakkan masyarakat untuk mengangkat senjata.

"Kemudian, mereka mampu mengusir penjajah Belanda, maka kehadiran pergerakan yang dipimpin oleh Ki Bagus Rangin dan teknik perang atau strategi perang yang digunakan, jelas membuat Belanda kerepotan," katanya.

Selama memimpin pemberontakan, kata TBH, Bagus Rangin tak pernah menyerah ke musuhnya.

"Bagus rangin lebih baik melawan sekalipun anak buahnya menyerahkan diri," katanya.

Spirit dan nilai-nilai perjuangan Bagus Rangin, yang hidup di tengah-tengah masyarakat Ciayumajakuning dan pada akhirnya masyarakat Ciayumajakuning sepakat untuk mengusulkan bagus Rangin diberi gelar sebagai pahlawan nasional dengan mengacu kepada UU No 20 tahun 2009 tentang gelar, tanda Jasa, tanda Kehormatan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah terselenggaranya Seminar Nasional Pengusulan Ki Bagus Rangin sebagai Pahlawan Nasional digelar, Sabtu (5/9/2015) di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Majalengka.

Hadir dalam acara ini, sejarawan Unpad Prof Dr Nina Herlina Lubis MS, Prof Dr Djokomarihandono, filolog R Ahmad Opan Safari Hasyim M Hum, dan budayawan Indramayu Supali Kasim MPd.

Acara yang dihadiri oleh TBH itu juga dihadiri oleh sejumlah bupati di Jawa Barat dan anggota DPRD di wilayah Ciayumajakuning.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved