Ribuan Orang Botakin Rambut untuk Penderita Kanker

Bagaimana nasib anak saya kalau ngga ada donasi dari yayasan itu. Mereka langsung datang ke rumah sakit,

Ribuan Orang Botakin Rambut untuk Penderita Kanker
Warta Kota/Bintang Pradewo
WARTA KOTA, MAMPANGPRAPATAN - Ribuan orang secara suka rela memotong dan membutakan rambutnya ‎dalam acara Shave For Hope yang digelar Lippo Mall Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (6/9). Kegiatan itu adalah suatu bentuk kepedulian terhadap para penderita kanker.
Pengawas Shave For Hope, Steny Agustaf Rahman menuturkan acara itu sudah berhasil dilakukan pada tahun 2012 dan 201‎5. Untuk ketiga kalinya pada tahun 2015, acara ini mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moril dan menggalang dana kepada anak-anak penderita kanker dari keluarga yang tidak mampu.
"Jumlah anak-anak yang sakit kanker tidak akan berhenti sakit saat kita berhenti membantu. Selain mengharapkan uluran donasi dari berbagai pihak, kami ingin membiasakan gaya hidup membantu sesama sebagai bagian dari keseharian orang Indonesia untuk bangsa yang lebih baik," kata Steny.
Bagi penderita kanker, kemoterapi adalah sebuah proses yang harus dijalani untuk terus bertahan hidup. Alhasil, dari kemoterapi berefek dengan hilangnya helai demi helai rambut. Hal ini membuat kebanyakan penderita kanker harus merelakan kepalanya menjadi botak dan menjalani terapi.
"Kami juga hadir untuk memberikan dukungan moril kepada anak-anak penderita kanker. Kami mengajak masyarakat untuk mencukur rambut mereka dengan begitu anak-anak penderita kanker tidak merasa sendirian," kata dia.
Sementara itu, Lanang Ariwibowo Ketua Yayasan Pita Kuning mengatakan acara Shave For Hope merupakan acara kemanusiaan untuk menunjukan solidaritas kepada penderita kanker. Setiap kepala yang dicukur akan dihargai Rp 100.000 oleh donatur dan uangnya disalurkan ke anak-anak penderita melalui Yayasan Pita Kuning.
"YPKAI akan terus mendukung gerakan kemanusiaan. Tahun ini kami menargetkan 5.000 Shavee," tuturnya.
Dia menargetkan akan terkumpul donasi sebesar Rp 500 juta untuk membantu pengobatan anak-anak penderita kanker. Pada tahun lalu, Edi Brokolo menujukan dukungannya nyata dengan aksi mencukur habis rambut kribonya.
Dengan program
Botakin Seleb, selebriti Indonesia seperti Indra Bekti, Sogi Indra Dhuaja, Tora Sudiro, Danang Postman, Adit Insomnia, Ananda Omesh, Betrand Antolon, Rhesa (Enda n Rhesa), Alexander Thian dan Asty Ananta turut menarik dukungan melalu media sosial.
Membangun Awarnes
Sementara itu, Resti Ekayanti (28) seorang karyawati perusahaan swasta mengaku sengaja mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, dia tak segan-segan memotong rambutnya yang panjang hingga sekitar sebahu. Hal ini untuk membantu penderita kanker yang tidak mampu.
"Ini sudah kali kedua. Pertama acara di Gandaria City saya ikitan. Setiap kepala kita dihargai Rp 100.000 untuk didonasikan kepada penderita kanker," kata Resti.
Menurutnya, acara ini adalah untuk membangun awarnes (kepedulian) terhadap sesama yang membutuhkan. Sehingga, kesempatan ini tidak mau disia-siakan oleh dia.
"Ini acara supaya masyarakat lebih peduli terhadap sesama," ungkapnya.
Donasi itu nantinya akan diberikan untuk pengobatan penderita kanker yang membutuhkan. Menurutnya, rambut bisa tumbuh lagi. Namun, rasa kepedulian terhadap sesama harus dibangun untuk membantu penderita kanker yang membutuhkan.
"Menurut saya, rambut bisa tumbuh lagi, tapi belum berani botak. Nyumbang rambut ngga ada apa-apanya," tuturnya.

Sangat Terbantu

Sedangkan Mahalum (30), salah seorang ibu yang anaknya menderita kanker mengaku sangat terbantu oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Menurutnya, setiap kemoterapi membutuhkan dana yang cukup besar.

"Bagaimana nasib anak saya kalau ngga ada donasi dari yayasan itu. Mereka langsung datang ke rumah sakit," tuturnya.

Banyak biaya yang dicover oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Sehingga, dia harus kuat mensuport anaknya yang sedang sakit. "‎Sebenarnya di dalam hati sedih, tapi ga bisa diungkapin. Sudah terbebani, saya ngga mau," ungkapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved