Munir: Saya Cuma Minta Hak Saya Bukan Memeras

Menurut Munir, ia hanya menuntut haknya yakni upah selama 20 tahun lebih menjaga dan merawat rumah Irawati.

Munir: Saya Cuma Minta Hak Saya Bukan Memeras
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Abdul Munir, kakek 70 tahun, sesaat sebelum sidang permohonan praperadilan di PN Depok, di Kawasan Kota Kembang, Depok, Kamis (3/9/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Abdul Munir (70) tersangka kasus memasuki pekarangan milik orang lain tanpa izin, sesuai Pasal 167 KUHP sehingga diancam 9 bulan penjara, membantah dirinya memeras Irawati, pemilik rumah di Perum BTN Bambu Kuning, Bojonggede, Bogor, yang selama 27 tahun ini ditempati Munir bersama keluarga.

Menurut Munir, ia hanya menuntut haknya yakni upah selama 20 tahun lebih menjaga dan merawat rumah Irawati.

"Saya minta terus, tapi gak dikasih-kasih," kata Munir usai sidang pembacaan permohonan praperadilan dirinya atas penetapan tersangka yang dilakukan Polres Depok di PN Depok, Kamis (3/9).

Munir mengatakan taksirannya upah yang harus ia dapatkan dari Irawati selama 25 tahun menjaga rumahnya adalah sekitar Rp 90 juta.

"Itu untuk upah saya selama 25 tahun lebih menjaga rumahnya. Belum lagi saya memperbaikinya beberapa kali. Waktu pertama saya tempati tahun 1988, rumahnya sangat tidak layak," kata Munir.

Munir mengaku beberapa kali mendatangi Irawati di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat secara baik-baik.

"Tapi dia selalu gak mau nemuin saya. Saya ditolak terus," katanya.

Namun kata Munir pada 2013 ia justru dilaporkan oleh Irawati ke Polsek Bojonggede atas perbuatan tidak menyenangkan.

"4 kali saya diperiksa polisi," kata Munir yang pernah bekerja sebagi sopir lepas itu.

Bahkan, kata Munir, polisi yang hendak memediasi dirinya dengan Irawati selaku pelapor gagal.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved