Wow, Warga Kebon Kosong Sukses Bertani di Tengah Kota

Menandai kesuksesan Kelompok Tani Kebon Kosong, seluruh undangan yang hadir bersama-sama memanen sayuran yang ditanam, diantaranya cesim, bayam

Wow, Warga Kebon Kosong Sukses Bertani di Tengah Kota
Warta Kota/Dwi Rizki
Sebagian warga RT 14/06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, rutin bertani untuk mengisi waktu luang. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Bertani dan bercocok tanam, mungkin bagi masyarakat Ibukota aktivitas tersebut janggal dilakukan.

Tapi tidak dengan sebagian warga RT 14/06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, walau berada di tengah kota, bertani merupakan bagian dari rutinitas warga mengisi waktu luang.

Kesungguhan niat serta kemauan warga mengubah lingkungan yang semula gersang terbukti membuahkan hasil.

Lahan kosong yang semula ditumbuhi ilalang dan tumpukan sampah itu pun kini berubah menjadi kebun sayuran mini milik warga Binaan Sudin Kelautan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat saat ini.

Pelopor sekaligus pengurus Ketua Kelompok Tani, Joko (58) warga RT 14/06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat mengaku bangga dengan kondisi kebun milik warga saat ini.

Apalagi, hasil panen sayuran yang dihasilkan dalam kondisi sangat baik dan segar, walaupun masa tanam terpapar kemarau panjang.

"Saya puas hasil panennya bagus-bagus, batang sayuran tebal, daunnya hijau segar, nggak kena ulat juga. Kalau kayak begini, kalah sayuran di supermarket," ujarnya berkelakar.

Suksesnya panen sayuran yang dihadiri Wakil Walikota Jakarta Pusat, Arifin serta didampingi Kasudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat dan Camat Kemayoran, Herry Purnama itu diungkapkannya, tidak membutuhkan perlakuan khusus.

Sayuran dikatakannya, hanya perlu diberi pupuk kompos saat masa penyemaian dan disiram rutin selama tiga kali sehari.

"Walaupun musim panas, perawatan sama saja kayak biasanya, cuma dikasih pupuk dan disiram teratur. Tapi karena musim panas, kita sengaja pasang paranet (jaring plastik-red) supaya ada teduhan, terus jumlahnya nyiramnya kita tambah, dari sebelumnya dua kali ditambah jadi tiga kali," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, tidak ada alasan bagi siapapun untuk enggan bercocok tanam, karena walaupun memiliki keterbatasan lahan, bercocok tanam dapat dilakukan dengan teknik tabulampot atau tanam dalam pot maupun vertikultur, penyusunan pot secara vertikal.

"Gampang dan cepet masa tumbuhnya, jadi nggak usah belanja ke pasar, tinggal petik-masak, lebih sehat karena nggak pake pestisida kimia, pengeluaran bulanan juga pasti berkurang, asalkan siklus tanamnya disusun, jadi panennya bisa gantian," tutupnya.

Menandai kesuksesan Kelompok Tani Kebon Kosong, seluruh undangan yang hadir bersama-sama memanen sayuran yang ditanam, diantaranya cesim, bayam dan kangkung.

Tidak hanya itu, membuktikan kesegaran sayuran, beberapa orang pun terliha mencoba memakan sayuran langsung sesaat dipanen. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved