Perajin Tahu Teriak, Naiknya Harga Kedelai Usaha Terancam Bangkrut

Pelemahan rupiah membuat bahan baku tahu yakni kedelai ikut melambung tinggi. jika dibiarkan pabrik tahu terancam gulung tikar dan terjadi PHK.

Perajin Tahu Teriak, Naiknya Harga Kedelai Usaha Terancam Bangkrut
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pabrik tahu terkena imbas melemahnya nilai tukar rupiah. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Semakin melambungnya nilai tukar dollar terhadap rupiah, sehingga melewati Rp 14.000 per satu USD membuat ‎pengusaha tahu menjerit.

Pasalnya, hal itu membuat bahan baku tahu yakni kedelai ikut melambung tinggi.

Kedelai, saat ini, masih harus diimpor dari Kanada dan Amerika Serikat untuk penuhi kebutuhan dalam negeri.

Salah seorang pengusaha tahu, Teguh (28) menuturkan, harga kedelai, kini, mencapai Rp 7.500 per kilogram dari sebelumnya, Rp 5.500 per kilogram (kg).

"Kenaikan harga kedelai disebabkan dollar dan itu udah dibilang sama penjual, katanya ‎siap-siap aja ada kenaikan aja," ungkapnya, saat ditemui di pabrik tahu miliknya di Gang III RT 04/RW 02 Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (25/8/2015).

‎Teguh melanjutkan, kondisi sekarang berbeda dengan sebelumnya.

Saat ini, kenaikan harga kedelai bisa terjadi selama beberapa kali dalam satu tahun. Alhasil dirinya harus pintar-pintar menyiasati keadaan yang dialami.

‎"Dulu itu, naiknya cuma setahun sekali tapi kalau sekarang bisa empat kali kenaikan dalam setahun," ungkap pria yang belanja kedelai sebanyak 300 kg per hari.

Menghadapi situasi demikian, dirinya mengaku tidak bisa menaikkan harga secara sepihak.

Pasalnya, hal itu harus dibicarakan terlebih dahulu oleh sesama ‎pengusaha tahu.

Namun demikian niat menaikkan harga sudah mulai dipikirkan oleh para pengusaha.

"‎Sekarang, jualnya Rp 135.000 per saringan dari kemarin dan saat ini belum ada kenaikan, tapi rencana (naikkan harga) ada karena kecil kemungkinan (harga kedelai) turun, bisa lama normalnya," ujar pria yang mengaku dalam sehari, dia mampu memproduksi 35 saringan tersebut.

Saat disinggung mengenai harga dan kualitas kedelai dalam negeri, Teguh mengungkapkan hal itu tidak jauh berbeda. Bahkan dengan harga yang lebih mahal, kualitas kedelai dalam negeri tidak lebih baik.

"‎Justru, lokal lebih mahal tapi hasilnya jelek, enggak seperti impor. Lokal harganya Rp 9.500 per kilo. Kedelai lokal itu bagusnya dbikin tempe, udah gitu, lokal juga susah dapatnya, musti dari Sukabumi,‎" ungkapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved