Home »

Bogor

Dolar Naik, Pengrajin Tahu Tempe Masih Beroperasi

Hingga saat ini, harga kedelai masih normal di angka Rp 7.250 per kilogram.

Dolar Naik, Pengrajin Tahu Tempe Masih Beroperasi
Andika Panduwinata
Salah satu lokasi pembuatan tempe-tahu di Komplek Perumahan Industri Kecil (PIK) Koperasi Tahu Tempe (KOPTI) Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (13/3). 

WARTA KOTA, BOGOR - Naiknya harga dolar terhadap rupiah belum berpengaruh terhadap para pengrajin tahu tempe di Bogor.

Hingga saat ini, harga kedelai masih normal di angka Rp 7.250 per kilogram.

Ketua Primkopti Bogor Mochtar Sarie, menjelaskan, harga kedalai sempat naik menjadi Rp 7.300 per kilogram dua pekan lalu, tapi saat ini harga kembali normal Rp 7.250 per kilogram.

"Sempat naik, tetapi tidak terlalu siginifikan. Minggu ini harganya kembali normal Rp 7.250 per kilogram," katanya, Selasa (25/8)

Menurut Mochtar Sarie, stok kedelai masih cukup untuk satu bulan mendatang.

Setiap bulannya Primkopti menerima pasokan sekitar 100 ton kedelai untuk didistribusikan kepada 112 pengrajin tempe-tahu di Bogor.

"Pasokan juga aman sebulan ke depan. Kegiatan produksi para pengerajin tempe-tahu juga belum terganggu," katanya.

Dia menjelaskan, di Bogor pernah mengalami paceklik kedelai pada 2013 lalu.

Saat itu, harga kedelai mencapai Rp 9.300 per kilogram dan ratusan pengrajin tempe-tahu melakukan aksi mogok berjualan karena kedelai mahal.

"Saat kondisi rupiah melemah terhadap dolar Amerika yaitu Rp 13.000. Mudah-mudahan, tahun ini tidak akan terjadi kembali kelangkaan kedelai," ujarnya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help