Fantastis, Rahasia Yuen Menikahi 23 Wanita dan Dikaruniai 180 Anak

Rahasia hidup dengan panjang umur, sepanjang sejarah, mungkin baru ditorehkan oleh Li Ching Yuen, yang menikahir 23 wanita dan punya 180 anak.

Fantastis, Rahasia Yuen Menikahi 23 Wanita dan Dikaruniai 180 Anak
Unexplained/Chengdu University
Li Ching Yuen 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Salah satu pepatah yang tercatat diciptakan oleh Yuen adalah "Selalu gunakan hati yang tenteram, duduk bagaikan kura-kura, berjalan bagaikan burung dara, dan tidur bagaikan seekor anjing," ungkapan terkenal Li Ching Yuen, 1677-1933.

Herbalis di China ini hidup selama ‎ 256 tahun.

Meski demikian, dia panjang umur, memperistri 23 wanita di fase berbeda, mempunyai 180 keturunan, bukan karena pepatah itu, tapi karena gaya hidupnya yang bersahaja, ramuan herbal, dan menjaga kesehatan dengan asupan yang bergizi, namun baik untuk kesehatannya.

Usia manusia yang sangat panjang ini, mungkin tercatat sebagai manusia dengan usia paling lama sepanjang sejarah.

Kisahnya pernah ditulis oleh dua media terkemuka, New York Times dan majalah Time, yang kemudian dikutip Wartakota.tribunnews.com, Senin (24/8/2015).

Selain dikenal sebagai herbalis, dia juga ahli kungfu, dan ‎merupakan konsultan strategi.

Kehidupan dia memang hampir mirip cerita dongeng, tapi New York Times, dalam salah satu artikel mereka tentang Yuen, menyebutkan, Li Ching Yuen mempunyai sejarah hidup yang sangat panjang dengan menikahi 23 wanita di kurun waktu yang berbeda.

Artikel yang ditulis Profesor di Universitas Chengdu, Wu Chung-chieh menyebutkan, Li lahir pada tahun 1677 di mana kekaisaran China telah memberikan dia penghargaan terkait bidang yang dikuasai pria itu pada saat usianya 150 tahun dan di saat usianya 200 tahun.

‎Sesuai artikel yang ditulis oleh Time dan New York Times, obituari pria itu dihiasi dengan menguburkan sebanyak 23 istri yang telah mendahuluiya di sejumlah masa yang berbeda di samping memiliki sebanyak 180 anak cucu.

Halaman
12
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help