Pencurian
Gawat! Komplotan Hacker Bobol Data ATM Nasabah se-Indonesia
Ada komplotan hacker yang kini jadi buronan Polisi Polda Metro Jaya. Prilakunya mengerikan.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Ada komplotan hacker yang kini jadi buronan Polisi Polda Metro Jaya. Prilakunya mengerikan.
Mereka membobol data nasabah pemegang kartu ATM berbagai bank di Indonesia, lalu menyalin data itu menjadi sebuah kartu ATM baru yang bisa digunakan sama seperti ATM sebenarnya.
Sehingga ada 2 ATM untuk 1 rekening yang bisa dipakai bersamaan.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, mengatakan, celakanya lagi, komplotan hacker ini kemudian menjual kartu-kartu ATM ini di 3 website berbeda dengan harga murah, antara 300-700 dolar AS.

Sehingga seorang penjahat amatir yang senang 'berjudi' bisa mencoba membeli kartu ATM itu, lalu berharap beruntung bahwa kartu ATM yang dibeli berisi uang banyak.
Tapi apabila sedang apes, maka harus siap-siap rugi. Sebab bisa saja isi kartu ATM itu di bawah harga saat membelinya di website.
Saat ini Polisi sudah meringkus komplotan yang membeli kartu ATM disertai PIN-nya itu di 3 website. Ada 5 lelaki yang diringkus.
Tapi Polisi belum meringkus para hacker di balik penjualan kartu ATM Nasabah Bank di 3 website itu.
Dari hasil penyitaan kartu ATM yang dibeli oleh 5 orang diringkus dari 3 website itu, diketahui ada 9 bank di Indonesia yang data nasabah pemegang ATM-nya sudah berhasil dibobol para hacker.
Antara lain : Bank BCA, Bank HSBC, Bank Danamon, City Bank, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank BII, Bank Standard Chartered, Bank CIMB Niaga.
"Saat ini kami sedang berusaha melacak mereka (para hacker)," ucap Didik.
Dia menduga para hacker ini melakukan operasi penetasan data nasabah bank di Indonesia dari luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hacker-bca_20150823_163125.jpg)