Pedagang Kaki Lima

Kawasan Pasar Kebayoran Lama Kembali Semrawut

Seminggu pasca penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Jakarta Selatan kawasan sekitar Pasar Kebayoran Lama, Kamis, kembali kumuh dan semrawut.

Kawasan Pasar Kebayoran Lama Kembali Semrawut
Warta Kota/Bintang Pradewo
Seminggu pasca penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Admini‎strasi Jakarta Selatan kawasan sekitar Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015) siang kembali kumuh dan semrawut. 

Usi (55), salah seorang pedagang buku di atas trotoar mengatakan setuju dengan adanya relokasi.

Pasalnya, setiap hari dia selalu ditarik retribusi oleh Preman atau anak kampung di daerah sana.

Namanya, yang punya wilayah, dia mengaku tidak bisa berkutik. Apalagi, dia menggunakan lahan disekitar kekuasaannya.

"Bayarnya sehari cuman semampunya sebesar Rp 1.000 buat kebersihan," tutur Usi.

Keberadaan PKL di sekitar Pasar Kebayoran Lama, kata dia sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Oleh sebab itu, harus ada solusi dari penertiban yang akan dilakukan.

Tidak ada PKL menjadi sepi

Salah satu pemilik toko emas yang tidak ingin disebutkan menuturkan semenjak ada penertiban PKL, kawasan sekitar Pasar Kebayoran Lama menjadi sepi pengunjung.

Wanita yang menggunakan kaos berwarna putih itu tidak mengetahui mengapa penjualan emas bisa sesepi ini.

"Saya juga ngga tahu apakah orang (pembeli) tidak punya uang atau karena dengar PKL pada digusurin," tuturnya.

Menurut wanita itu, PKL bukanlah biang kemacetan. Yang membuat macet adalah dari parkir liar dan angkutan umum yang menurunkan penumpang secara sembarangan di sekitaran Pasar Kebayoran Lama.

Halaman
1234
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help