Pedagang Kaki Lima

Kawasan Pasar Kebayoran Lama Kembali Semrawut

Seminggu pasca penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Jakarta Selatan kawasan sekitar Pasar Kebayoran Lama, Kamis, kembali kumuh dan semrawut.

Kawasan Pasar Kebayoran Lama Kembali Semrawut
Warta Kota/Bintang Pradewo
Seminggu pasca penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Admini‎strasi Jakarta Selatan kawasan sekitar Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015) siang kembali kumuh dan semrawut. 

Ibu dari tiga orang itu mengatakan ‎yang menyebabkan kemacetan bukanlah para PKL. Melainkan parkir secara liar dan angkutan umum yang memberhentikan serta mencari penumpang secara sembarangan.

"Masa dibilang kemacetan karena PKL. Bisa dilihat itu, parkir motor dan bajaj di jalanan. Pemerintah jangan malah nyusahin rakyat kecil dong," tutur Siti.

Ketika ditanya apakah dirinya mau direlokasi ke lahan yang akan disediakan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, dia mengaku tidak mau.

Hal itu dikarenakan lahan untuk relokasi berada di dalam. Sehingga, pembeli agak malas untuk datang.

"Kami ini cari makan, kalau nggak ada pembelinya bagaimana? Di dalam itu sepi dan ngga akan ada pembelinya," keluhnya.

Retribusi ke preman

Dari data yang diperoleh dari Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Me‎nengah Perdagangan (UMKMP) Jakarta Selatan setidaknya ada 3.000 PKL yang kerap berjualan di sana.

Mereka belum terdata di bawah Sudin KUMKMP Jakarta Selatan.

Setiap harinya, pedagang ditarik biaya retribusi untuk kebersihan sebesar Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Retribusi itu ditarik oleh oknum Preman yang berkuasa di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved