Pedagang Kaki Lima

Walikota Jaksel Ancam Pecat Camat Jika Bermain dengan PKL

Kesemrawutan dan kekumuhan sangat terpancar ketika me‎lintasi kawasan sekitar kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Walikota Jaksel Ancam Pecat Camat Jika Bermain dengan PKL
Warta Kota/Bintang Pradewo
Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi memantau langsung pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2015), sehari setelah dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. 

Namun, Tri Kurniadi yakin aparat dibawahnya sudah tidak berani bermain pada penegakan aturan Peraturan Daerah (Perda) 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum.

"Kalau ada oknum yang masih main dengan PKL, suruh terjun lompat dari lantai 7. Yang jelas hari ini pun kalau terbukti dan bukan fitnah saya copot, Camatnya dan sementara digantikan Pltnya Wakil Camat. Saya langsung serah terimakan kalau‎ terbukti bersalah," tutur Tri Kurniadi.

Tri Kurniadi pun mengecek lahan yang akan dijadikan tempat relokasi PKL.

Surat dari pembebasan lahan seluas 8.000 meter itu, kata Tri Kurniadi, sudah di tangan Gubernur DKI Jakarta.

Namun, hingga saat ini Dinas KUMKMP belum bergerak. 

Tri Kurniadi  memprediksi anggaran yang dikeluarkan hanya Rp 120 miliar kalau dilihat dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebesar Rp 15 juta per meter.

Apalagi, kebanyakan pedagang adalah tukang sayur. Sehingga, Tri Kurniadi memprediksi relokasi PKL tidak serupa dengan PKL Pasar Tanah Abang yang kembali berjualan di jalan. Di Tanah Abang, mereka berjualan konveksi.

"‎Solusi adalah lokasi untuk penampungan mereka. Saya yakin ngga ada dagang di jalan lagi. Kalau ada yang bandel langsung angkut aja. Nanti kita tindak tipiring juga," tutur Tri Kurniadi.

Siagakan Satpol PP

Camat Kebayoran Lama, Mujirin mengatakan akan mengikuti instruksi dari Walikota Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help