Pedagang Kaki Lima

Walikota Jaksel Ancam Pecat Camat Jika Bermain dengan PKL

Kesemrawutan dan kekumuhan sangat terpancar ketika me‎lintasi kawasan sekitar kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Walikota Jaksel Ancam Pecat Camat Jika Bermain dengan PKL
Warta Kota/Bintang Pradewo
Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi memantau langsung pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2015), sehari setelah dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. 

Namun, kalau lahan seluas 8.000 meter di Jalan Kramat, Kebayoran Lama atau di depan Pasar Kebayoran Lama (Ramayana) berhasil dibeli oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI, maka PKL akan ‎direlokasi ke tempat itu.

‎Tri Kurniadi melihat langsung di pinggiran pintu palang kereta api Stasiun Kebayoran Lama.

Di sana banyak pedagang yang membuang sampah dan membuat selokan atau saluran air menjadi tersumbat. Sehingga, genangan akan terjadi di wilayah itu.

Tri Kurniadi mengatakan, penertiban itu bukanlah bumbu dari suatu penegakan hukum terhadap PKL.

Menurut Tri Kurniadi, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, para pedagang boleh berdagang. Asalkan, mereka tertata dengan rapi dan tidak menganggu akses para pejalan kaki dan kendaraan.

"Kebayoran Lama ini memang wilayah paling kumuh. Hari ini sekitar 400 lapak menutupi saluran kita kembalikan ke fungsinya yaitu trotoar. PT KAI saat ini sedang bangun Stasiun. Saya sama pak RT sudah berjanji PKL nggak boleh berjualan lagi," kata Tri Kurniadi di lokasi penertiban Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2015).

Menurut Tri Kurniadi, ada empat lokasi kerap dijadikan tempat ‎langganan berjualan PKL.

Antara lain di bawah fly over Kebayoran Lama, depan Stasiun Kebayoran Lama, Pos Pengumben, dan Jalan Ciledug Raya. Pihaknya, belum bisa melarang pedagang berjualan tanpa adanya solusi akan maraknya PKL berjualan di jalanan.

"Saat ini belum ada solusi, namun penertiban ini adalah karena pedagang menggunakan fasilitas umum," tutur Tri Kurniadi.

Kalau ada oknum Pemkot Jakarta Selatan yang masih bermain-main dengan mengambil pungli dari PKL, maka Tri Kurniadi tidak segan-segan memecatnya.

Halaman
1234
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help