Awas, Langgar Parkir Meter di Sabang Kendaraan Bakal Digembok

Mulai minggu depan, para pelanggar aturan parkir meter di Jalan H Agus Salim atau Jalan Sabang kendaraannya akan digembok petugas.

Awas, Langgar Parkir Meter di Sabang Kendaraan Bakal Digembok
Panji Baskhara Ramadhan
Heru (50) juru parkir meter di Kelapa Gading, tepatnya Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tengah mengoperasikan mesin parkir meter, Kamis (30/04). 

WARTA KOTA, MENTENG-Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta ‎akan menggembok  kendaraan yang melanggar aturan parkir di Terminal Parkir Meter (TPE) Jalan H Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat.  Tindakan itu mulai diterapkan Senin (17/8) mendatang.

Saat ini, UP Perparkiran sedang melakukan sosialisasi terhadap para pengendara yang memarkirkan kendaraannya di TPE Jalan Sabang.

Kepala UP Perparkiran Dish‎ubtrans DKI Jakarta Sunardi menuturkan, sambil menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penerapan Electronic Law Enforcment (ELE), pihaknya akan menggembok kendaraan para pelanggar.

"Kita mulai Senin untuk penggembokan kendaraan di Jalan Sabang," kata Sunardi saat dihubungi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2015).

Menurutnya, petugas akan memberikan surat pernyataan bagi pelanggar. Kendaraan mereka akan digembok dan diharuskan membayarkan biaya parkir di TPE Jalan Sabang.

"‎Kita pake surat pernyataan dulu dan bayar sesuai jam parkir yang belum dibayar baru gembok dibuka," kata dia.

Kemudian, kalau Pergub sudah dikeluarkan, selain sanksi gembok kendaraan roda empat dan jaring roda dua, UP Perparkiran Dishubtrans DKI akan memberikan denda yan‎g cukup besar.

"Jika Pergub sudah keluar akan kita kenakan denda Rp 500.000 untuk mobil, Rp 250.000 untuk motor dan Rp 100.000 untuk sepeda‎," tuturnya.

Menurutnya, tindakan pengembokan bertujuan agar pengendara membayar biaya parkir di TPE. Sehingga, itu dapat memberikan efek jera kepada para pengendara yang masih membandel. Saat sosialisasi sambil menunggu Pergub, belum ada sanksi yang diterapkan.

"Gembok itu masih skala persuasive dan hanya mengarahkan pengendara supaya bayar parkir. Itu hanya tindakan preventif dan belum ada sanksi. Sebagai wujud efek jera harus membuat surat pernyataan," tuturnya.

Menurut mantan Kasudinhub Jakarta Pusat jumlah pengendara yang masih membandel dengan tidak membayar parkir di TPE tidak terlalu banyak. Namun, upaya menyadarkan masyarakat untuk membayar parkir membuat UP Perparkiran bertindak tegas dengan pengembokan kendaraan.

"‎Ini adalah bagian upaya mengatasi masalah sogok menyogok jukir oleh pengguna jasa parkir serta mengatasi persoalan masyarakat yang parkir tapi tidak bayar. Setelah Pergub keluar maka denda akan diberlakukan‎," tuturnya.

Sedangkan untuk juru parkir ‎yang menerima sogokan akan dicepat. Saat ini sudah tercatat 4 orang juru parkir yang sudah dipecat oleh UP Perparkiran Dishubtrans DKI.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved