Kursi Lee Kuan Yew Diisi Bunga Anggrek

Sebuah kursi kosong dengan setangkai anggrek teruntai di atasnya. Inilah kursi khusus untuk Bapak Bangsa Singapura, mendiang Lee Kuan Yew.

Kursi Lee Kuan Yew Diisi Bunga Anggrek
Straits Times
Sebuah kursi kosong dengan setangkai anggrek didekasikan untuk Bapak Bangsa Singapura, Lee Kuan Yew, dalam acara pesta Ulang Tahun ke-50 Singapura, Minggu (9/8/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Sebuah kursi kosong dengan setangkai anggrek teruntai di atasnya. Inilah kursi khusus untuk Bapak Bangsa Singapura, mendiang Lee Kuan Yew, dalam peringatan pesta ulang tahun ke-50 Singapura, Minggu (9/8/2015).

Keheningan terjadi di antara penonton parade ketika momen mengenang Lee dilakukan. Banyak orang berwajah sedih dan tidak sedikit yang berlinang airmata ketika mengingat jasa dan pengorbanan Lee yang wafat 23 Maret silam. Sebuah video berdurasi 3 menit yang melukiskan kehidupan Lee juga dipertontonkan.

Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura tahun ini merupakan yang pertama tanpa sosok Lee. Pendiri Singapura itu selalu menghadiri acara parade kemerdekaan sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1966. Tepuk tangan meriah selalu mengiringi Lee ketika dia berjalan untuk menduduki tempat duduknya.

“Momen peringatan ini sungguh mengharukan, sangatlah sedih dia tidak dapat bersama kita hari ini,” kata Magdalene Soh.

Sejumlah warga Singapura sangat berharap Lee dapat menghadiri momen spesial merayakan setengah abad negera yang didirikannya. Namun kenyataan berkata lain, Lee wafat pada umur 91 tahun setelah menjalani perawatan sekitar 6 minggu akibat radang paru-paru.

“Tanpa sosoknya, tidak akan ada yang namanya Singapura hari ini, dia adalah sosok yang selalu memegang kata-katanya” Hannah Leo, seorang warga lain.

Minggu pagi kemarin, rekaman Lee membacakan teks proklamasi kemerdekaan Singapura didengungkan di seantero negeri melalui televisi dan radio. Lee Kuan Yew memproklamasikan kemerdekaan Singapura pada 9 Agustus 1965 setelah ‘diceraikan’ Malaysia.

Lee memerintah Singapura hingga 1990. Hanya dalam waktu puluhan tahun dia mentransformasi Singapura dari "negara kelas tiga menjadi negara nomor satu terkemuka dunia". Singapura yang memiliki keterbatasan sumber daya alam berhasil menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Perayaan pesta emas dipusatkan di lapangan terbuka yang sering disebut "Padang". Negeri itu menampilkan sejumlah pertunjukan, mulai dari parade kekuatan militer, pelantunan lagu-lagu nasionalis, dan pertunjukan hiburan. Klimaks acara adalah pesta kembang api yang semarak yang menghiasi langit negera kota itu, mulai dari jantung bisnis di kawasan Raffles Place hingga daerah wisata Marina Bay. (Ericssen)

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved