Besok, Ijazah SMA dan SMK Tiba di Jakarta

Hal ini lantaran hingga kemarin, ijazah masih dalam proses penomoran. Di mana, nomor ijazah antara satu dengan lainnya berbeda.

Besok, Ijazah SMA dan SMK Tiba di Jakarta
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WAERTA KOTA, SENAYAN - Ijazah bagi lulusan SMP, SMA, dan SMK di Jakarta yang sedianya diperkirakan tiba Jumat (7/8), baru akan tiba pada Senin (10/8).

Hal ini lantaran hingga kemarin, ijazah masih dalam proses penomoran. Di mana, nomor ijazah antara satu dengan lainnya berbeda. Sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan penomoran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bowo Irianto, menyampaikan, ijazah diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin pagi.

"Siang ini ijazah tersebut diberangkatkan dari percetakan pemenang lelang di Kudus, Jawa Tengah, kemarin mengalami keterlambatan karena proses penomoran," jelasnya ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (9/8).

Bowo mengatakan, jumlah ijazah yang diperkirakan tiba di Jakarta sekitar 50.000 lembar ijazah untuk jenjang SMA dan 60.000 lembar ijazah untuk jenjang SMK.

Sementara, untuk lulusan SMP, ijazah masih dalam proses penomoran sehingga tidak bisa tiba pada hari yang sama.

"Ijazah untuk SMP diperkirakan tiba lima hari dari sekarang. Atau sekitar minggu depan," imbuhnya.

Seperti sebelumnya, Bowo mengatakan, setibanya di Jakarta, ijazah langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk kemudian ditulisi nama siswa yang lulus.

"Proses itu (menulisi nama siswa yang lulus), tanda tangan kepala sekolah, dan juga tanda tangan siswa diperkirakan tiga hari," jelasnya.

Setelah itu, ijazah dapat dibagikan kepada seluruh siswa yang telah tamat belajar.

Kepala SMKN 6 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Sudiono, mengatakan ijazah dan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) hingga kini memang belum diterima oleh pihaknya. Namun, ia mengatakan keterlambatan terjadi di semua SMK di Jakarta.

Karenanya, pihaknya sudah mengeluarkan surat keterangan lulus (SKL) untuk diberikan kepada para siswa yang lulus. Hal ini dilakukan karena siswa akan melamar pekerjaan dan juga sebagian lainnya akan mendaftarkan diri di perguruan tinggi. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help