Tawuran

FBR Mengamuk di Cililitan, Kapolsek : Gara-gara Pak Ogah

Tawuran terjadi antara salah satu ormas, yakni FBR dengan warga di Kawasan PGC, Sabtu (8/8/2015) sore.

FBR Mengamuk di Cililitan, Kapolsek : Gara-gara Pak Ogah
Panji Baskhara Ramadhan
Tawuran terjadi antara salah satu organisasi masyarakat yakni Forum Betawi Rempug dengan warga di Kawasan Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2015) sekitar 17.00 sore tadi. 

WARTA KOTA, CILILITAN - Tawuran terjadi antara salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yakni Forum Betawi Rempug (FBR) dengan warga di Kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2015) sekitar  pukul 17.00 sore tadi.

Kapolsek Kramatjati, Kompol Handini mengakui, tawuran tersebut dipicu lantaran FBR mengaku dengan seorang pak ogah.

"Ceritanya nih suasana sore muacet banget ya. Woh udah macet banget, eh lewat FBR abis ngerayain Milad di Kawasan Cililitan. Lewatlah nih FBR pada konvoi naik motor ke arah Jalan Raya Bogor. Ugal-ugalan sih enggak, hanya saja ormas ini seperti jalan seperti milik mereka sendiri," ucap Kompol Handini di Polsubsektor Cililitan, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Handini melanjutkan, para ormas yang tengah konvoi itu ingin memutar arah menuju Kawasan Condet atau ingin melintas di Jalan Dewi Sartika. Seorang pria yang merupakan pak ogah memberhentikan para ormas itu lantaran banyak pengendara motor dan mobil melintas.

"Jadi si pak ogah ini tuh kelama'an ngasih jalan kali ya. Dipukul lah si pak ogah ini rame-rame. Udah gitu, warga ada yang ngeliat, teriak-teriak. Terjadilah tawuran. Ada kali satu jam-an. Jam 18.00 WIB pun tawuran pun mereda," tutur Kompol Handini.

Menurut Handini kembali, warga yang turut menyerang itu tak terima perilaku kasar para ormas tersebut terhadap pak ogah itu.

"Ya aksi kejar-kejaran tuh ada memang. Aksi itu membuat kemacetan di Kawasan depan PGC ini. Stak gak bergerak. Warga ini saya akui juga emosi terhadap perilaku kasar para ormas itu," ungkap Kompol Handini.

Akibat aksi tawuran itu, sebanyak dua motor ditahan dan dalam mengalami rusak parah.

Salah satunya yang paling hancur itu diduga milik ormas FBR itu. Polisi hanya menahan motor saja.

Sementara, sampai saat ini tak seorang pun polisi menahan pelaku.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help