Pariwisata

Maskapai Australia Masih Batalkan Penerbangan ke Bali

Maskapai penerbangan Virgin Australia hingga saat ini masih membatalkan 12 jadwal penerbangan dari dan ke Denpasar, Bali, meskipun operator Bandara Ng

Maskapai Australia Masih Batalkan Penerbangan ke Bali
bumn.go.id
Ilustrasi : Bandara Ngurah Rai, Bali 

WARTA KOTA, KUTA - Maskapai penerbangan Virgin Australia hingga saat ini masih membatalkan 12 jadwal penerbangan dari dan ke Denpasar, Bali, meskipun operator Bandara Ngurah Rai telah membuka operasional penerbangan.

"Setelah bandara sempat ditutup dan kembali dibuka akibat sebaran abu vulkanik Gunung Raung, masih ada penerbangan Virgin yang dibatalkan. Itu merupakan kewenangan maskapai sendiri," kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (7/8/2015).

Menurut I Gusti Ngurah Ardita, masih ada pembatalan satu maskapai penerbangan dari Negeri Kanguru itu yang membatalkan jadwal penerbangan ke Bali yakni Virgin Australia Airlines sebanyak 12 jadwal penerbangan.

Sebanyak 12 penerbangan Virgin Australia itu di antaranya enam penerbangan dari sejumlah kota di Australia seperti dari Melbourne, Brisbane, Sydney, Adelaide, Perth.

Sedangkan enam jadwal lainnya dari Denpasar menuju Adelaide, Perth, Brisbane, Melbourne, dan Sydney.

Meski ada pembatalan tersebut, Ardita menjelaskan untuk operasional penerbangan di bandara tersebut sudah kembali normal.

Penerbangan domestik yang tiba dan berangkat menuju sejumlah kota di Tanah Air juga kembali normal.

"Antrean jadwal penerbangan yang sempat tertunda sudah selesai dilakukan pada Kamis (6/8/2015) malam," ucap I Gusti Ngurah Ardita.

Sebelumnya untuk kesekian kalinya, Bandara Ngurah Rai memberlakukan sistem buka tutup operasional bandara mengingat aktivitas gunung setinggi 3.332 meter itu kembali aktif.

Akibatnya puluhan jadwal penerbangan terganggu dan mengakibatkan ribuan orang tertahan di bandara untuk kemudian diberangkatkan kembali saat bandara dibuka kembali atas rekomendasi BMKG dan Volcanic Ash Advisory Council (VAAC) di Darwin, Australia. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved