Pilkada Depok

Massa Demo KPU Minta Pilkada Depok Ditunda

Sekitar 40 orang yang tergabung dalam Masyarakat Selamatkan Kota Depok berunjuk rasa di Kantor KPU Depok, Kamis, (30/7).

Massa Demo KPU Minta Pilkada Depok Ditunda
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Massa yang meminta Pilkada Depok ditunda, Kamis (30/7). 

WARTA KOTA, DEPOK - Sekitar 40 orang yang tergabung dalam Masyarakat Selamatkan Kota Depok berunjuk rasa di Kantor KPU Depok, Kamis, (30/7/2015).

Mereka melakukan orasi di depan Kantor KPU Depok dan menuntut KPU Depok bersikap terbuka atas berkas pendaftaran pasangan calon yang telah mendaftar.

Sebab mereka menduga berkas pendaftaran pasangan calon Dimas-Babai ilegal yakni menggunakan surat palsu.

Karenanya ia meminta KPU Depok membatalkan pasangan Dimas-Babai, yang berimplikasi ditundanya Pilkada Depok 2015 ini.

Koordinator aksi, Rachman Tiro mengatakan masyarakat menuntut KPU Depok segera membeberkan informasi terkait berkas pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Depok, yang dibuka pada 26-28 Juli 2015 lalu.

"Sebab sampai penutupan pendaftaran, KPU Depok tak juga memberikan informasi terkait kelengkapan berkas dari masing-masing pasangan calon," katanya.

Rachman menjelaskan dari pemantauannya saat pendaftaran pasangan calon Dimas-Babai, Sekertaris DPC PDIP Depok, Totok Sarjono tidak hadir dan tidak ikut tandatangan di berkas formulir DPC PDIP Depok, sebagai partai politik pengusung.

Menurutnya hal itu membuat pengusungan PDIP atas pasangan Dimas-Babai adalah tidak sah atau ilegal. 

Sebab, tambah Rachman, sesuai UU Pilkada, Ketua dan Sekertaris parpol tingkat kota harus hadir dan membubuhkan tanda tangan di formulir khusus saat pendaftaran Calon Walikota. "Namun saat pendaftaran kemarin, Sekertaris PDIP Kota Depok tidak hadir dan tidak menandatanganinya. Karenanya pengusungan Babai-Dimas adalah ilegal atau tidak sah," kata Rachman.

Ia mengatakan jika dugaan mereka salah, seharusnya KPU Depok tidak perlu takut dan langsung menjelaskannya.

"Padahal setiap penyelenggara negara wajib memberikan informasi dan membuka akses informasi pada publik. Jadi kenapa harus ditutupi," katanya.

Seperti diketahui, Pilkada Depok 2015 yang hari pemilihannya dilakukan 9 Desember 2015, sampai masa penutupan pendaftaran, tercatat ada dua pasangan calon yang mendaftar.

Mereka adalah pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDIP, Gerindra, PKB dan Nasdem serta pasangan Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna, yang diusung PKS dan Gerindra.

Menanggapi tudingan ini, sejumlah komisioner KPU Depok masih enggan berkomentar. 

Ketua KPU Depok, Titik Nurhayati mengatakan verifikasi faktual dari semua berkas dan kelengkapan pasangan calon masih dilakukan pihaknya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved