Properti

Dinas Perumahan Kebut Pembangunan 50.000 Unit Rusunawa

Dinas Perumahan dan Gedung Pemda (DPGP) DKI, kebutu pembanguan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk relokasi warga.

Dinas Perumahan Kebut Pembangunan 50.000 Unit Rusunawa
panji baskhara ramadhan
Ilustrasi : Sederet mobil parkir di salah satu rusunawa di Jakarta. Keberadaan rusunawa khusus diperuntukkan korban gusuran normalisasi sungai. Foto diambil Sabtu (13/6/2015). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dinas Perumahan dan Gedung Pemda (DPGP) DKI, kebutuhan pembanguan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk relokasi warga.

Pasalnya, kebutuhan rusunawa tersebut, sangat diperlukan untuk merelokasi warga yang berada di bantaran kali.

"Saat ini kami masuk dalam perencanaan pembangunan rusun. Tahun depan mulai dibangun. Rencananya ada lebih dari 50.000 unit rusunawa," kata Ika Lestari Aji, Kepala DPGP, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jatibaru, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015).

Ribuan unit tersebut, akan dibangun oleh DPGP DKI sebanyak 5.000 unit, Pemerintah Pusat sebanyak 5.000 unit, Jakpro 21.000 unit, dan ribuan unit lainnya, oleh pengembang yang belum melakukan kewajibannya.

"Salah satunya kami akan membangun rusun yang terintegrasi dengan terminal di Terminal Tanah Merdeka Cilincing (Jakarta Utara)," kata Ika.

Jumlahnya, mencapai 500 unit dengan dua tower setinggi 16 lantai.

Lalu, di kawasan Pelabuhan Angke, sebanyak 4 tower atau 1.000 unit. Untuk keburuhan relokasi para nelayan. Selain itu, di lokasi tersebut, juga akan dibangun sebanyak 7 blok atau 700 unit.

"Nantinya di lokasi itu, juga kami akan bangun lokasi pasar ikan agar nelayan bisa menjual hasil tangkapannya," katanya.

Bangun Jakarta Selatan

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, bahwa pihaknya akan memprioritaskan pembangunan rusunawa di wilayah Jakarta Selatan.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help