Celaka! ‎Pulang dari Tahanan, Pengojek Salah Tangkap Ini Mengidap Borokan

Dedi, kini, mengidap penyakit kulit semacam borokan di sekujur tubuhnya. Ada di tangan, kaki, leher, di sekujur tubuh. Merah-merah dan luka.

Celaka! ‎Pulang dari Tahanan, Pengojek Salah Tangkap Ini Mengidap Borokan
bbc.co.uk
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Dedi (34), pengojek, yang merupakan korban salah tangkap polisi bakal menghirup udara bebas pada Kamis (30/7/2015).

Istrinya, Nurohmah (24), seharian, Rabu (29/7/2015), sibuk mengurus perizinan pengeluaran Dedi dari Rumah Tahanan Cipinang.

Semestinya, korban salah tangkap polisi itu bisa keluar tadi, tapi ada dokumen yang tak bisa diselesaikan, sehingga tertunda dan Dedi baru bisa keluar, esok.

Dedi diringkus polisi karena diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan sampai menyebabkan seorang sopir mikrolet tewas di PGC Cililitan, 18 September 2015.

Polisi dari Polres Jakarta Timur meringkus Dedi pada 25 September 2015.

Setelah itu, Dedi menjalani penahanan, padahal mati-matian Dia mengaku tak ikut melakukan pengeroyokan.

Berbagai bukti menunjukkan, Dedi tak ikut mengeroyok, tapi penyidik tetap ngotot menaikkan kasus itu ke pengadilan.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memutus Dedi bersalah dan divonis 2 tahun, namun saat pengacara melakukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hakim membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri dan membebaskan Dedi.

"Saya baru tahu 2 hari lalu bahwa. Suami saya bebas. Pengacaranya dari LBH Jakarta yang memberi tahun saya. Saya amat bersyukur," kata Nurohmah ditemui di rumahnya Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).

Nurohmah mengaku, kondisi Dedi kurang baik ketimbang sebelum masuk di Rutan Cipinang.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved