Kenaikan Harga BBM

Pesepeda Motor: Pakai Pertalite Motor Lebih Panas

Panas mesin pun disampaikannya lebih membara, walaupun kepadatan lalu lintas sepanjang perjalanan dirasakannya tidak terlalu ramai.

Pesepeda Motor: Pakai Pertalite Motor Lebih Panas
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas SPBU Pertamina di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Jumat (24/7). 

WARTA KOTA, TANAHABANG— Uji coba pasar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 31.1.02.02  di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (24/7)  tidak terlalu menarik para pengguna BBM jenis Premium.

Walau  lebih mahal  Rp 1.000 per liter, Pertalite yang dijual  Rp 8.400 per liter belum banyak mendapatkan simpati  masyarakat. Sebagian masyarakat justru mengaku curiga jika peluncuran Pertalite  untuk mengganti keberadaan Premium sebagai langkah penghapusan subsidi BBM ke depannya.

Faqih (32), pekerja perkantoran di bilangan Hayam Wuruk Jakarta Pusat, secara langsung menolak saat petugas SPBU Abdul Muis menawarkan Pertalite sesaat mengantre di lajur pompa pengisian premium, Jumat (24/7) pagi.

Petugas SPBU  memaparkan kelebihan Pertalite dibandingkan dengan premium, di antaranya Pertalite yang memiliki kandungan Ron lebih tinggi yakni 90 atau lebih besar dari Premium yang hanya memiliki kandungan Ron 88.

"Kalau masyarakat maunya yang murah, jadi irit. Kalau saya pikir Pertamax, Pertalite sama Premium itu sama saja, karena kalau motor harian nggak begitu kelihatan bedanya, karenakan di kota mana bisa kebut-kebutan, yang ada kena macet setiap hari, jadi jumlah konsumsinya saya pikir sama saja," jelasnya.

Umay (28) juru parkir di Blok A Pasar Tanah Abang mengaku tertarik mencoba Pertalite. Dirinya mengaku mengisi penuh tangki sepeda motor Kawasaki Ninja 150 R miliknya untuk mengetahui perbedaan kualitas Pertalite dengan Pertamax yang biasa digunakannya.

"Kebetulan tangki lagi kosong, saya isi Pertalite full tank sekarang. Coba saya buktiin, kualitasnya nggak jauh kayak Pertamax atau gimana, saya coba tes di mesin panas atau nggak, lebih irit atau nggak sama karburatornya di rumah nanti saya coba buka, kotor atau nggak," ungkap pemuda warga Jalan Kalimalang, Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu bersemangat.

Dihubungi terpisah, usai memacu sepeda motornya sejauh sekitar 30 kilometer, mulai dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat hingga Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umay mengaku merasakan perbedaan pada akselerasi sepeda motornya. Pada tarikan awal, sepeda motor dirasakannya lebih lambat dibandingkan dengan menggunakan Pertamax.

Panas mesin pun disampaikannya lebih membara, walaupun kepadatan lalu lintas sepanjang perjalanan dirasakannya tidak terlalu ramai. "Top speed sih dapet, cuma naiknya agak lama-beda pakai Pertamax. Kalau soal mesin, hawanya terasa panas, mungkin karena memang kualitasnya di bawah Pertamax. Nah, kalau konsumsi kayaknya sama kayak Pertamax, tapi lebih irit kalau dilihat dari harganya," jelasnya.

Ditemui terpisah, Vice Presiden Coorporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, selama uji coba pasar Pertalite, volume distribusi akan sangat terbatas dan hanya dapat ditemukan pada beberapa SPBU milik pemerintah saja. Hal tersebut dikarenakan, Pertalite masih dalam tahap uji pasar.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved