WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Tanaman Gampang Mati karena Air di Jakut Asin

Upaya Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Pemakaman Kota Administrasi Jakarta Utara dalam perawatan taman masih banyak kendala.

Tanaman Gampang Mati karena Air di Jakut Asin
Panji Baskhara Ramadhan
Lantaran hanya dua dari sembilan unit truk tangki air tak beroperasi, sebanyak empat toren milik Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman di Jakarta Utara disiapkan untuk menyiram tanaman di jalur hijau dan taman di wilayah Jakarta Utara, Jumat (24/7). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Upaya Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Pemakaman Kota Administrasi Jakarta Utara dalam perawatan taman masih banyak kendala.

Selain minim unit truk tangki air penyiram tanaman, pihaknya juga kesulitan terkait air di Jakut yang mengandung garam.

"Kalau saya amati di lapangan, tanaman itu jadi sukar tumbuh dengan baik, karena air di Jakarta Utara itu asin. Ada kandungan garamnya. Jakarta Utara kan memang dekat dengan laut. " terang Agustin Pudjieastuti selaku Kasudin Pertamanan dan Pemakaman di Jakarta Utara, saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).

Walaupun menggunakan pupuk berkualitas, terang Pudjie, tanaman tetap tidak bisa tumbuh dengan baik lantaran air yang mengandung garam.

"Selain airnya mengandung garam, tanahnya pun juga asin dan berpasir. Tanaman yang cocok ya gak jauh sepertipohon kelapa sawit, mangrove, dan kurma. Ketiga jenis tanaman itu juga bisa bertahan di musim kemarau. Berhubung saat ini sudah masuk musim kemarau," katanya.

Ia pun mengusulkan, pihaknya akan mengusulkan pembuatan Water Treatment Plane (WTP) dan menambah sumur timtek atau sumur penyimpanan air untuk tanaman di setiap taman di Jakarta Utara.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dengan mengusulkan agar dibuat WTP yang nantinya digunakan sebagai tempat pengolahan air," tuturnya.

Ia juga melanjutkan, "Tak hanya itu, pembuatan Sumur Tamtek (sumur bor) juga akan dibuat untuk menampung air. Nanti air akan disedot dengan mesin alcon dari dalam tanah untuk menyiram tanaman. Di Jakut senditi baru ada tiga sumur. Satu sumur di Kawasan Boulevard dan dua sumur di Perintis Kemerdekaan," ungkapnya.

Minim truk tangki air

Lantaran hanya dua dari sembilan unit truk tangki air yang bisa beroperasi, Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Utara masih berupaya menjaga kelestarian taman yang tersebar di Jakarta Utara.

"Banyak truk tangki air, yang tangkinya mengalami kebocoran. Kebocoran itu karena karatan. Maklum sudah tua semua tangkinta. Makanya, kami menyiapkan 4 toren agar penyiraman tanaman tetap dilakukan," ucap Agustin Pudjieastuti selaku Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Utara.

Digunakan toren-toren ini, agar penyiraman tanaman tetap dilakukan, sembari menunggu penambahan unit truk tangki air yang baru.

"Seperti yang saya katakan, agar maksimal penyiraman taman, butuh 10 unit truk tangki air. Ini sembari menunggu pengadaan unit truk tangki yang baru, kita gunakan toren. Mudah-mudahan, tahun ini bisa terealisasi pengadaanya," tutupnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help