Otak Kawanan Pembunuh Wartawati di Bojonggede Masih Buron

Otak perampokan yang berujung pada tewasnya wartawati Nur Baety Rofiq masih buron dan dikejar polisi.

Otak Kawanan Pembunuh Wartawati di Bojonggede Masih Buron
Warta Kota/budi sam law malau
Rumah Nur Beaty di Perumahan Gaperi, RT 1/9, Blok NC 6, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/7/2015) masih didatangi beberapa rekan dan kerabat. Jenasah Betti sudah dimakamkan di TPU Tapak Batu, Bojonggede, Minggu pagi. 

WARTA KOTA, DEPOK-Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok berhasil membekuk 3 dari 4 pelaku kawanan perampok yang membunuh Nur Baety Rofiq (44) alias Beti, wartawan freelance yang jenasahnya ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Perumahan Gaperi, RT 1/9, No 6, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2015) lalu.

Ketiga pelaku dibekuk di rumahnya masing-masing di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (20/7/2015) dinihari. Mereka adalah Hafit Ubadilah (22), Syarifudin (20) dan Pujono (20). Sementara satu pelaku lainnya yakni D (25) masih buron.

Dari tiga pelaku yang dibekuk, dua diantaranya adalah pelaku utama yakni Hafit Ubadilah dan Syarifudin. Keduanya diketahui turut serta melukai korban hingga tewas, bersama D yang kini buron. D bukan hanya pelaku utama tetapi juga otak dari aksi perampokan kawanan ini ke rumah Beti.

Sementara satu pelaku yakni Pujonon hanya mengetahui rencana aksi perampokan ke rumah Beti, namun saat perampokan dilakukan, ia tidak ikut serta. Selain itu Pujono juga menerima satu HP dari hasil aksi perampokan tersebut. 

"Inisiatif pencurian disertai kekerasan ke rumah korban Nur Baety, adalah ide dari D yang saat ini masih buron. Dia bisa dibilang otak dari aksi kawanan ini," kata Kapolresta Depok Kombes Dwiyono dalam jumpa pers di Mapolresta Depok, Senin (20/7/2015). Dwiyono menuturkan D kini sudah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Selain otak dalam perencanaan aksi mereka ini, D juga yang menyabetkan senjata tajamnya ke leher korban, saat aksi mereka dipergoki," kata Dwiyono.

Dwiyono menuturkan, D yang tinggal tak jauh dari Perumahan Gaperi dimana korban yakni Beti tinggal, mengetahui bahwa rumah yang ditinggali Beti sering kosong ditinggal penghuninya.

"D juga tahu kalau di rumah itu hanya ditinggali korban seorang diri. Karenanya ia merencanakan melakukan pencurian disertai kekerasan ke rumah korban dengan mengajak tiga rekannya," kata Dwiyono.

D kadang bekerja sebagai kuli bangunan di beberapa rumah di Perumahan Gaperi sehingga mengenal lokasi rumah Beti dan sekitarnya.

"Dengan arahan dari D kelompok ini lalu merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan ke rumah Beti," kata Dwiyono.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved