Yang Melanggar di TPE Jalan Sabang Akan Digembok

Waktu parkir dalam TPE hanya dibatasi selama tiga jam. Sehingga, kendaraan harus memindahkan kendaraannya dari tempat pertama mereka memarkirkan.

Yang Melanggar di TPE Jalan Sabang Akan Digembok
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana parkir meter di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (5/2). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta akan menerapkan ‎Electronic Law Enforcement (ELE) parking di Terminal Parkir Electronic (TPE) di Jalan Agus Salim atau dikenal Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Sehingga, jika ada kendaraan yang melanggar aturan akan ditindak tegas dengan cara digembok roda kendaraanya.

Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan ‎dan Transportasi DKI Jakarta, Sunardi Sinaga menuturkan penerapan ELE dengan mengembok kendaraan masih dalam tahap sosialisasi. Sambil menunggu hasil lelang pemenang tender dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Negara (BPKAD) DKI Jakarta.

"Habis lebaran kita terapkan electronic law enforcement parking. Jadi jam parkir di on street kalau dia tidak bayar atau jamnya lewat nanti rodanya kita gembok. Tindakan pertama persuasif," kata Sunardi di Jakarta, Senin (13/7).

Menurutnya waktu parkir dalam TPE hanya dibatasi selama tiga jam. Sehingga, kendaraan harus memindahkan kendaraannya dari tempat pertama mereka memarkirkan.

Selain itu, pengguna kendaraan yang memarkirkan di lokasi parkir on street harus membayar biaya parkir di mesin yang sudah disediakan.

"Jadi ini untuk menghindari permainan juru parkir dengan pengguna jasa parkir supaya tidak bisa sogok menyogok," tuturnya.

Cara untuk mengantisipasi hal-hal curang itu, kata dia, para petugas dari UP Perparkiran Dishubtrans DKI akan dilengkapi alat untuk menskrining pelat nomor kendaraan yang parkir di lokasi TPE Jalan Sabang.

Alat itu bentuknya kotak berukuran lima inci dan didatangkan dari Swedia. Dimana, alat skrining itu akan terkoneksi dengan mesin TPE.

‎"Ada dari kami menskrining plat nomor dengan sistem Android. Antara mesin dan alat ini, jadi kendaraan yang parkir ketauan dia kapan masuk dan kapan keluar. Semestinya keluar sesuai dengan jamnya. Misalnya 2 jam parkir dia harus bayar Rp 10.000. Jadi mungkin habis lebaran kita terapkan persuasif dulu," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help