Tes Urine Sopir Bus Mudik di Depok Cuma Formalitas

Sekitar 30 sopir bus angkutan mudik dari Terminal Depok di Jalan Margonda Raya, dites urine oleh aparat gabungan. Hasilnya, semua lolos.

Tes Urine Sopir Bus Mudik di Depok Cuma Formalitas
Warta Kota/adhy kelana
Ilustrasi tes urine 

WARTA KOTA, DEPOK-Sekitar 30 sopir bus angkutan mudik dari Terminal Depok di Jalan Margonda Raya, dites urine oleh Dinas Kesehatan Depok yang bekerjasama dengan BNN Kota Depok dan Polresta Depok, Senin (13/7/2015). Hasilnya semua sopir dinyatakan negatif dari semua jenis narkotika, minuman keras dan obat terlarang.

Selain tes urine, petugas gabungan Pemkot Depok yakni Dinas Perhubungan Depok dan Polresta Depok juga melakukan pengecekan fisik kendaraan di terminal Depok. Hasilnya, semua kendaraan yakni 68 bus di Terminal Depok dinyatakan laik jalan.

Apa yang dilakukan petugas dengan tes urine dan pengecekan kendaraan ini, sejumlah pihak menganggapnya hanya formalitas belaka. Sebab, tes urine dan pengecekan kendaraan tidak dilakukan petugas di tempat pemberangkatan lain dan di sejumlah terminal bayangan bus mudik yang ada.
Hal itu dikatakan Ketua Kelompok Kerja Unit (KKU) Organda Kota Depok, Arif Simanjuntak, kepada Warta Kota, Senin (13/7/2015).

Menurut Arif, tanpa mengecilkan apa yang dilakukan petugas, tes urine yang disebut-sebut secara random itu, tidak mewakili atau merepresentasikan semua sopir dan awak angkutan bus mudik dari Depok.
Alasannya, kata Arif, banyak sopir bus mudik yang berangkat bukan dari Terminal Depok tapi dari agen bus di samping BNI di Jalan Margonda dan di puluhan titik atau terminal bayangan di Jalan Raya Bogor sampai Pal, Depok.

"Untuk sopir yang berangkat dari agen bus di Jalan Margonda, dan dari puluhan terminal bayangan lain di sepanjang Jalan Raya Bogor terutama di Pal, kenapa tidak di tes urine?," katanya.

Menurutnya jika Dishub Depok serius, mereka bisa mendatangi terminal bayangan di sana untuk melakukan tes urine sekaligus mengecek kesiapan kendaraannya.

"Jangan terfokus di Terminal Depok saja, dan akhirnya di tempat lain luput," katanya.

Arif menuturkan, sesungguhnya pengaturan dan penataan angkutan umum di Depok oleh Dishub Depok, sejak lama sudah carut marut.

Hal ini berimbas ke angkutan mudik, yang tidak jelas apakah angkutan mudik Depok atau bukan.
Penyebabnya kata dia, aturan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Diantaranya mengenai banyaknya angkutan yang hanya melintas dan transit di depok saja. Padahal sebenarnya angkutan itu trayeknya dari Bogor ke Jakarta atau sebaliknya," kata dia.

Untuk hal ini, kata dia tidak ada ketentuan yang jelas dari Dishub Depok untuk pengaturannya bahkan sampai ke pendataannya.

"Ke depan semuanya harus diperbaiki satu persatu," katanya.

Diluar itu, Arif mengakui apa yang dilakukan Dishub Depok sudah cukup maksimal walau memang jauh dari kata baik.

Sementara Kadishub Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan dengan hasil tes urine yang negatif dan pengecekan kendaraan yang baik, semuanya siap mudik dari Terminal Depok.
Menurutnyta ada 68 armada bus yang diberangkatkan dari Terminal Depok ke berbagai tujuan di musim mudik 2015 ini.

"Tahun ini terjadi penurunan keberangkatan mudik dari terminal Depok. Tapi kalau dari terminal bayangan yang ada di Pal dan sekitarnya, justru terjadi kenaikan pemudik sampai 5 persen," kata Gandara.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved