Eksekusi Hukuman Mati

Manny Pacquiao : Apakah Saya Juga Harus Berbahasa Indonesia?

Kebijakan pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati Mary Jane Veloso menjadi perhatian senator asal Filipina sekaligus petinju Manny Pacquiao.

Manny Pacquiao : Apakah Saya Juga Harus Berbahasa Indonesia?
Manny Pacquiao 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kebijakan pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati Mary Jane Veloso menjadi perhatian senator asal Filipina sekaligus petinju kelas welter weight Manny Pacquiao yang bertemu dengan Mary dan pejabat pemerintahan Indonesia.

Salah satu pihak yang dikunjungi Pacquiao pada Jumat (10/7/2015) adalah pimpinan DPR RI yang diterima oleh Ketua DPR RI Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Kehadiran petinju ke DPR RI bukan ingin membicarakan prospek tinju Indonesia di masa depan, namun membahas mengenai kebijakan pemerintah menunda eksekusi mati Mary Jane Veloso.

"(Pacquiao) ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang sudah memberikan kebijaksanaan untuk menunda (eksekusi mati Mary Jane)," kata Ketua DPR RI Setya Novanto.

Kasus Mary Jane menjadi perhatian masyarakat luas setelah pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati terhadap warga negara Filipina itu dalam Eksekusi Mati tahap II pada 29 April 2015.

Mary Jane Fiesta Veloso ditangkap setelah membawa 2,6 kilogram heroin di Bandara Adi Sucipto pada 25 April 2010.

Dia divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Sleman pada 11 Oktober 2010 dan grasinya ditolak pada 30 Desember 2014.

Mary Jane juga pernah mengajukan Peninjauan Kembali, tetapi ditolak oleh Mahkamah Agung.

Namun, Mary Jane lolos dari eksekusi mati setelah Jaksa Agung Prasetyo memastikan menunda eksekusi mati terhadap Mary Jane Veloso.

Prasetyo memastikan, kebijakan itu diambil setelah adanya permohonan dari Pemerintah Filipina melalui presidennya.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved