11 Calo Tiket di Terminal Pulogadung Jaktim Diciduk Petugas Gabungan

Total ada 23 orang yang berhasil diamankan oleh 46 petugas gabungan dari unsur Polri, Satpol PP serta Sudin Perhubungan.‎

Penulis: Junianto Hamonangan |
Tribunnews.com
Ilustrasi 
WARTA KOTA, JATINEGARA - Sebanyak 11 calo tiket bus Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (9/7)‎ terjaring razia petugas gabungan saat menggelar operasi cipta kondisi. Mereka semua ditangkap bersamaan dengan 12 preman yang berada di terminal tersebut.
 
 
 
 
Petugas yang menyasar loket penjualan tiket, berhasil mengamankan 11 calo yang tengah menawarkan tiket pada pemudik. Calo yang tidak terima bahkan sempat mengaku sebagai karyawan PO Bus. 

Namun karena gelagatnya mencurigakan dan tidak mengenakan seragam, mereka digiring ke pospol untuk disatukan dengan preman. Para preman yang umumnya memiliki tato di lengan, leher dan kaki itu diketahui sedang mengamen di sejumlah bus kota.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Muhammad Nasir menjelaskan total ada 23 orang yang berhasil diamankan oleh 46 petugas gabungan dari unsur Polri, Satpol PP serta Sudin Perhubungan.‎ Nasir menambahkan bahwa kawasan terminal harus steril dari preman dan calo agar para pemudik merasakan aman dan nyaman saat berada di dalam terminal.

"23 orang yang diamankan memiliki persoalan berbeda-beda. Hanya saja 11 di antaranya adalah calo tiket bus dimana saat ditangkap mereka tidak mengenakan seragam dan hanya menunjukkan identitas PO Bus," ujarnya, Kamis (9/7).

Adapun indikasi mereka calo adalah selain tak mengenakan seragam, mereka juga berwajah garang dan bertampang kusam. Mereka juga diketahui memaksa orang untuk memenuhi keingininannya.

‎Nasir menegaskan operasi cipta kondisi dilakukan pihaknya karena ada banyak keluhan masyarakat. Terlebih saat ini sudah mulai musim arus mudik. 

"Kami akan terus melakukan razia terhadap preman maupun calo yang meresahkan masyarakat. Sebab kami ingin situasi di Terminal Pulogadung tetap kondusif," katanya.


Adapun seluruh preman dan calo yang diamankan, langsung dibawa ke Panti Sosial Bina Insani 2 Ceger untuk dilakukan proses pembinaan selama 2-3 bulan.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved