WartaKota/
Home »

Depok

Kejagung Kembali Geledah Kantor Mobil Listrik di Depok

Kantor sekaligus lokasi produksi mobil listrik PT Sarimas Ahmadi Pratama di Jalan Jati Mulya, Depok kembali didatangi sejumlah penyidik dari Kejagung.

Kejagung Kembali Geledah Kantor Mobil Listrik di Depok
Wartakotalive.com/Bintang Pradewo
Dua bus listrik yang diproduksi oleh PT Sarimas Ahmadi Pratama terparkir di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/1) pagi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kantor sekaligus lokasi produksi mobil listrik PT Sarimas Ahmadi Pratama di Jalan Jati Mulya, Kampung Sawah, Cilodong, Depok, Jawa Barat, kembali didatangi sejumlah penyidik dari Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung, Selasa (7/7/2015) sore.

Penyidik menggeledah kantor serta memeriksa berkas berikut dokumen terkait kasus dugaan korupsi pengadaan 16 mobil listrik untuk 3 BUMN, senilai Rp 32 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Tribagus Spontana mengatakan, penggeledahan kali ini adalah yang kedua kalinya setelah dua pekan lalu yakni Selasa (23/6/2015) pihaknya juga menggeledah kantor PT Sarimas Ahmadi Pratama.

"Penyidik kembali menggeledah kantor PT Sarimas Ahmadi Pratama di Cilodong, Depok, Selasa sore ini. Penggeledahan terkait tindak pidana korupsi pengadaan mobil listrik," kata Tony, saat dihubungi Warta Kota, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya penggeledahan untuk mencari sejumlah barang bukti terkait kasus ini.

Tony menuturkan, penggeledahan dilakukan mulai sekitar pukul 15.00 sore. Sampai kini ia mengaku belum dapat memastikan apakah penggeledahan dan pemeriksaan oleh petugas sudah selesai atau belum.

"Saya akan coba koordinasi dengan petugas di lapangan," kata Tony.

Menurut Tony, dalam kasus ini Kejagung sudah menetapkan Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, dan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia, Agus Suherman (AS), sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan 16 mobil listrik di 3 BUMN senilai Rp 32 miliar.

Tony menjelaskan, dalam penggeledahan sebelumnya dua pekan lalu, tim Penyidik menyita 10 mobil listrik dari kantor PT Sarimas Ahmadi Pratama tersebut.

Sepuluh mobil listrik yang disita terdiri dari delapan jenis bus dan dua MPV.

Namun, kata Tony, dari 10 mobil yang disita itu, penyidik hanya membawa satu unit ke Kejaksaan Agung. Sedangkan 9 lainnya disegel dan dititipkan di lokasi kantor.

Diambilnya satu mobil dari lokasi produksi sekaligus kantor itu, katanya, untuk menunjukkan bahwa mobil listrik karya anak bangsa itu sangat tidak layak dan dipaksakan.

"Akibatnya pembuatan dan produksinya melanggar hukum dan cenderung terjadi tindak pidana korupsi," kata Tony.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help