Dirjen KA Resmikan Pengoperasian Jalur Ganda Duri-Tangerang

Selain meresmikan Stasiun Palmerah, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga mengoperasikan jalur ganda KA lintas Duri-Tangerang.

Dirjen KA Resmikan Pengoperasian Jalur Ganda Duri-Tangerang
Agustin Setyo Wardani
Peresmian Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015) siang. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Selain meresmikan Stasiun Palmerah, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga mengoperasikan jalur ganda KA lintas Duri-Tangerang.

Hermanto Dwiatmoko, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub di kesempatan yang sama, yakni Senin (6/7/2015) siang, menyebutkan tujuan utama dari pengoperasian jalur ganda Duri-Tangerang adalah meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat.

"Tujuannya adalah mendorong pemindahan penumpang dari moda jalan ke kereta api. Selain itu juga untuk mendukung operasional kereta bandar," ujar Hermanto dalam laporannya kepada Menhub Ignasius Jonan saat meresmikan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.

Hermanto mengungkapkan, sebelumnya pembangunan jalur ganda lintas Duri-Tangerang meliputi pekerjaan pembangunan jalan rel yakni pemasangan tubuh ban dan pemasangan rel, pembangunan dan normalisasi elektrifikasi listrik aliran atas, dan pembangunan jembatan.

Menurutnya,pemasangan gardu listrik aliran atas baru dilakukan di Stasiun Duri untuk pasokan listrik KRL.

"Adapun pembangunannya dilaksanakan dengan dana APBN, mulai tahun 2012 hingga 2014 dengan nilai Rp 685,61 Miliar," jelas Hermanto.

Ia juga melaporkan bahwa jalur ganda lintas Duri-Tangerang sudah dioperasikan 8 Juni 2014.

Adapun peresmian Stasiun Palmerah dan pengoperasian jalur ganda KA lintas Duri-Tangerang ini didukung pula oleh pemerintah Jakarta, Banteng, dan kementerian teknis terkait.

Ia berharap, dengan ini bisa memberikan manfaar bagi masyarakat dan mendorong masyarakat menggunakan moda angkutan perkeretaapian.

Sementara itu, Jonan mengatakan, tujuan utama dari operasional jalur ganda lintas Duri-Tangerang adalah untuk operasional KA Jabodetabek. "Jadi ini sifatnya hanya untuk melayani KRL, tapi kalau dibutuhkan bisa dipakai (untuk lintas bandara)," jelas Jonan.(Agustin Setyo Wardani)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help