Polisi Akan Periksa Ibu Kandung Pelaku Kekerasan Terhadap GT

Hingga saat ini polisi belum memanggil LSR (47) yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap putra kandungnya, GT (12) ke Mapolrestro Jaksel.

Polisi Akan Periksa Ibu Kandung Pelaku Kekerasan Terhadap GT
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA - Pihak ‎Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan hingga saat ini belum memanggil LSR (47) yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap putra kandungnya, GT (12) ke Mapolres Metro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Padahal, laporan dugaan kekerasan yang dilakukan di rumahnya Jalan Cipulir Permai Blok W15, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sudah dilayangkan sejak Senin (29/5/2015).

Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, ‎Kompol Aswin mengatakan akan segera memanggil LSR untuk dimintai keterangan. Pasalnya, saat ini baru dua orang saksi diperiksa dalam peristiwa itu.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan meminta keterangan dari ibu korban yang telah dilaporkan atas dugaan kekerasan anak itu," kata Aswin saat dihubungi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2015).

‎Dia mengatakan, pihaknya telah memeriksa dua orang saksi terkait kasus dugaan kekerasan anak yang dialami oleh GT tersebut, yakni tetangga korban dan Ketua RT setempat. Hasilnya, pihaknya menduga kalau kasus kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandung yang berinisial LSR itu terjadi pada 26 Juni kemarin. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh sang ibu kepada ananya itu berupa penamparan biasa.

"Tetangga dan Ketua RT sudah kami mintai keterangannya. Di situ kami menduga kejadiannya pada tanggal 26 Juli kemarin. Korban di tampar di bagian pipinya," ucapnya.

Aswin menjelaskan, pihaknya menduga kalau penamparan yang dilakukan oleh LSR terhadap anaknya itu bermula saat LSR tengah memberikan nasehat pada anaknya. Namun, GT tidak menghiraukan nasehat ibunya itu sehingga LSR pun marah dan menampar anaknya.

"Ibunya menasihati anaknya. Biasa anak-anak kalau dinasehati itu senyum-senyum saja dan tidak menghiraukannya. Ibunya lalu menampar pipinya," kata dia.

Terkait tindakan dugaan ibunya yang telah menggergaji lengan tangan anaknya belum bisa dibuktikan kebenarannya. Sebab, berdasarkan pemeriksaan awak, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda kalau tangan korban telah di gergaji.

"Bukti kalau ibunya menggergaji tangan anaknya belum kami temukan. Gergajinya pakai apa juga kami masih belum tahu. Kalau di gergaji, pasti lukanya akan sulit untuk disembuhkan dan butuh waktu lama. Memang ada luka goresan di tangannya, tapi itu sudah sembuh dan rapat. Hanya ada lebam saja di pipi. Jadi, tidak ada itu tindakan menggergaji itu," terangnya.

Saat ini pihaknya pun masih menantikan hasil visum terkait luka yang ada di pada diri korban untuk memastikan luka tersebut berasal dari benda tajam ataukah bukan. Sedang GT saat ini berada di Rumah Perlindungan Anak milik Dinas Sosial yang ada di Cipayung.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved