Tennis Wimbledon

Djokovic, Serena dan Sharapova Melenggang Mulus

Djokovic, Serena dan Sharapova mencapai putaran kedua Wimbledon ketika karier 17 tahun juara 2002 Lleyton Hewitt di Al England Club berakhir pahit.

Djokovic, Serena dan Sharapova Melenggang Mulus
Warta Kota/Istimewa
Maria Sharapova berusaha mengembalikan bola, saat melawan Victoria Azarenka asal Belarusia, pada babak ketiga BNP Paribas Terbuka di Indian Wells, Selasa (17/3) pagi WIB. Sharapova akhirnya menang dengan skor 6-4, 6-3. 

WARTA KOTA - Novak Djokovic, Serena Williams, dan Maria Sharapova mencapai putaran kedua Wimbledon pada Senin (29/6/2015) ketika karier 17 tahun juara 2002 Lleyton Hewitt di All England Club berakhir pahit.

Juara bertahan Djokovic menikmati kemenangan 6-4, 6-4, 6-4 atas petenis Jerman Philipp Kohlschreiber melalui 'break-break' menentukan pada game kesembilan di tiap-tiap set.

Namun petenis peringkat satu dunia sekaligus unggulan teratas itu kembali mendapati dirinya harus membela diri terhadap tudingan-tudingan, bahwa pelatih Boris Becker menggunakan berbagai cara untuk memberinya instruksi dari pinggir lapangan, kegiatan yang tidak diizinkan.

"Saya hanya berusaha untuk mengetahui apa yang Anda capai dengan cerita ini. Apakah Anda ingin berkata bahwa saya curang, tim saya (curang)? Saya benar-benar berusaha untuk mengetahui apa yang ada di belakang ini," kata Djokovic (28).

Pria Serbia itu menambahi, "Ada beberapa cara untuk berkomunikasi yang memberi semangat, yang merupakan dukungan, yang dapat dipahami ketika bertepuk tangan atau mengatakan sesuatu yang dapat mendongkrak energi Anda, itu dapat memotivasi saya untuk bermain pada poin tertentu. Namun itu semua sejalan dengan peraturan-peraturan."

Djokovic, yang memainkan pertandingan pertamanya sejak kekalahannya dari Stan Wawrinka di final Prancis Terbuka tiga pekan silam yang mengakhiri harapan-harapannya untuk melengkapi koleksi gelar Grand Slam, melepaskan 12 ace dan 36 pukulan kemenangan atas petenis peringkat 33 dunia Kohlschreiber.

Ia selanjutnya akan berhadapan dengan petenis Finlandia Jarkko Nieminen yang mengalahkan Hewitt dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-0, 11-9 pada pertandingan yang berlangsung selama empat jam.

Itu merupakan pertandingan kategori tunggal terakhir bagi Hewitt di turnamen ini -- dan pertandingan lima set ke-44nya di turnamen utama -- sebab ia berencana untuk pensiun setelah Australia Terbuka tahun depan.

"Saya mungkin tidak mudah menangis -- nyaris saja pada hari ini, namun tidak dapat bersikap tenang," kata Hewitt.

Unggulan teratas Serena Williams, yang berupaya menjadi petenis putri pertama sejak Steffi Graf pada 1988 untuk melengkapi empat gelar utama dalam semusim, mengalami start yang sedikit kurang meyakinkan. 

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved