Breaking News: Bangunan Show Room Astra Mobil Dihancurkan

Pembongkaran memang di sisi yang melanggar yaitu seluas 1.000 hektar agar fungsi bangunan tidak bisa digunakan lagi.

Breaking News: Bangunan Show Room Astra Mobil Dihancurkan
Bintang Pradewo

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Sebuah bangunan yang memiliki luas sekitar 1.500 meter persegi di Jalan Ampera Raya nomor 59, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015) pagi dibongkar oleh Suku Dinas Penataan Jakarta Selatan. Bangunan tiga lantai itu ditertibkan karena menyalahi aturan karena peruntukannya untuk rumah tinggal.

Puluhan petugas Satpol PP, kepolisian, dan Garnisum terlihat ikut melakukan pembongkaran. Sebelumnya, para pekerja sempat melakukan proses pembangunan dari pukul 08.00 sampai 10.00.

Namun, setibanya sebuah eskalator berwarna kuning, para petugas langsung menghentikan bangunan. Para pekerja tampak termangu melihat bangunan perlahan dirubuhkan oleh alat berat itu.

Tak terlihat pengelola dari gedung yang sedang dibangun itu. Namun, informasi yang dihimpun bangunan itu digunakan untuk mendirikan sebuah showroom mobil PT Astra. Plang tulisan segel dari Dinas Penataan Kota tidak dihiraukan oleh pengelola dan tetap membangun. Alhasil, bangunan itu harus rela dibongkar.

Kepala Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan, Syukria mengatakan pihaknya sudah memberikan surat peringatan dan penyegelan bangunan kepada pengelola. Namun, hal itu tidak digubris oleh pemilik bangunan. Sehingga, surat perintah pembongkaran langsung dilayangkan Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan.

"Ini kan peruntukannya untuk rumah tinggal tapi dibangun untuk show room mobil.? Sebelumnya kami sudah lakukan penyegelan dengan memasang papan segel. Selain itu, kami juga ?sudah kasih surat membongkar sendri, tapi ?pemilik tidak mengindahkan dan harus segera dibongkar," kata Syukria di lokasi pembongkaran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurutnya pembongkaran memang di sisi yang melanggar yaitu seluas 1.000 hektar. Hal ini dilakukan agar fungsi bangunan tidak bisa digunakan lagi. "Luas bangunnya hampir 1.500, dan yang dibongkar 1000 meter persegi. Pertama bongkar sisi yang melanggar agar gagal struktur dan tidak bisa digunakan. Setahun yang lalu pada tahun 2014 juga sudah ditertibkan," tuturnya.

Menurutnya akibat pembongkaran membuat rumah tinggal warga dibelakang lokasi itu menjadi gemetar. Oleh sebab itu, saat ini dirubah teknik pembongkaran dengan cara ditarik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi getaran disekitar lokasi pembongkaran.

"Belum ada informasi rumah warga yang retak. Kalau memang retak nanti akan diganti rugi," tuturnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved