Pedagang Kaki Lima

Dijaga Polisi, Monas Kehilangan Fungsinya

Pasca penyerangan puluhan PKL terhadap kantor pengelola sekaligus area Pujasera Lenggang Jakarta, Sabtu (20/6/2015), kawasan Monas dijaga ketat polisi

Dijaga Polisi, Monas Kehilangan Fungsinya
Kompas.com/Alsadad Rudi
Seorang pedagang kaki lima (PKL) melompati pagar Monumen Nasional demi bisa berjualan di dalam area kawasan tersebut, Kamis (28/5/2015) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pasca penyerangan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) terhadap kantor pengelola sekaligus area Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Lenggang Jakarta pada Sabtu (20/6/2015), kawasan Monumen Nasional (Monas) kini terlihat masih dijaga ketat anggota Kepolisian dan Satpol PP.

Walau dinyatakan steril akan keberadaan PKL, penjagaan dinilai warga berlebihan sekaligus menghilangkan fungsinya sebagai taman ramah keluarga.

Ketatnya penjagaan tersebut seperti halnya saat Warta Kota menyambangi taman yang berada tepat di jantung Ibukota Jakarta pada Selasa (23/6/2015).

Puluhan anggota Kepolisian berseragam lengkap dengan body protector serta senjata api laras panjang terlihat masih berjaga-jaga di tiap gerbang masuk Monas.

Walau tidak mengganggu jalannya aktivitas warga yang berkunjung, kehadiran para personil keamanan sepertinya tidak harus dilakukan.

Sebab, Monas yang merupakan area bermain anak ataupun berolahraga warga kini menjadi tidak bersahabat, lantaran setiap warga yang berkunjung harus melalui pemeriksaan setiap petugas.

Tidak hanya sebatas pemeriksaan pada gerbang masuk, para petugas yang melakukan patroli berkala setiap 30 menit sekali pun tidak segan menghampiri pengunjung yang tengah duduk di taman, petugas mencurigai setiap pengunjung yang membawa bungkusan besar sebagai PKL.

"Bukan PKL pak, kami cuma duduk-duduk aja nunggu buka (puasa). Makanan juga kita bawa dari rumah, bukannya jualan," ujar Kodir (49) warga Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan sinis kepada petugas Satpol PP.

Menurut Kodir, sikap yang ditunjukan petugas Satpol PP yang menghampirinya tersebut sangat berlebihan dan sama sekali tidak ramah.

Karena, para pengunjung yang datang seperti dirinya, justru datang ke Monas untuk mencari suasana yang tenang dan tenteram.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved