Warga Protes Penutupan Akses Jalan ke Supermal Karawaci

Sejumlah warga terjebak di lokasi parkir Supermal Karawaci akibat akses menuju mal ditutup.

Warga Protes Penutupan Akses Jalan ke Supermal Karawaci
panoramamio
Ilustrasi. Supermal Karawaci, Tangerang 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Dua jalan umum yang biasa dilintasi selama ini ditutup, sehingga kalangan keluarga yang ingin menyaksikan persiapan show Ultraman Heroes Adventure di pusat perbelanjaan itu akhirnya berjalan memutar sejauh 500 meter.

Akses yang ditutup di antaranya jembatan penghubung dan jalan umum di samping bekas Pos Polisi Lippo. Penutupan jalan umum menggunakan tembok, yang dicat setinggi tiga meter. Sementara bentangan jembatan penghubung ditutup dengan plat baja ringan.

Kalangan petugas keamanan di Benton Juction mengakui dilakukan kebijakan penutupan akses jalan umum tersebut, tapi mereka tidak mengetahui secara persis alasan pihak Lippo Karawaci melakukan penutupan.

Seorang warga sekitar, Herman mengatakan, dengan penutupan itu, yang dirugikan bukan cuma masyarakat umum, tapi juga ratusan karyawan dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) yang setiap harinya menggunakan dua akses tersebut.

“Ini keterlaluan, perbuatan sewenang-wenang yang sangat merugikan masyarakat karena jalan umum kok ditutup. Orang disuruh jalan memutar. Jaraknya lumayan jauh, bikin kaki gempor. Mestinya pihak pengelola protes keras, mengingat penutupan telah merugikan masyarakat banyak,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (18/6/2015),

Menurutnya, warga Perum Harapan Kita Tangerang kecewa berat karena akses yang biasa dipergunakan untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan itu ditutup.

“Setahu saya, baik di jembatan penghubung maupun jalan umum di area parkir Benton Juction yang berhubungan dengan Supermal Karawaci nggak ada pedagang liar. Sarana umum di situ nggak ada yang dirusak atau dicoret-coret pengunjung. Lantas, kenapa mesti ditutup?" kata Herman.

Hal senada disampaikan warga Perumnas II, Tangerang, Lidya.

Menurutnya, tindakan yang merugikan masyarakat seperti itu disarankan harus ditentang, dan mesti dilaporkan kepada pemerintah setempat.

“Sekalipun suatu kawasan milik pihak tertentu, tapi penutupan fasilitas umum di kawasan tidak dapat dibenarkan. Laporkan saja ke pemerintah daerah setempat," sambungnya.

Dijelaskan, di setiap perumahan maupun kawasan industri, pihak pengelolanya harus menyediakan sarana bagi kepentingan umum. Baik itu berupa jalan, taman, tempat ibadah dan fasilitas kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Jika hal itu tidak dilakukan, maka pengelola kawasan dapat dianggap melanggar ketentuan. Termasuk, misalnya, menutup jalan atau akses umum. Akses yang ditutup ini patut diduga melanggar ketentuan," katanya.

Sementara itu, pengunjung mal tersebut, Suwandi menyatakan, pada saat dia dan sejumlah keluarga akan ke mal tersebut, mereka harus kebingungan karena akses jalan ditutup.

"Dengan harus berputar sejauh 500 meter, maka hal itu sangat merugikan pengunjung karena kami harus berputar jauh, kasihan anak-anak dan orangtua," katanya, menceritakan pengalaman yang dialami ketika ke mal tersebut.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved