79 Hewan Penular Rabies di Jaktim Terjaring Razia

Sebanyak 79 hewan penular rabies (HPR) ditangkap Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Jakarta Timur sejak awal tahun hingga Juni 2015.

79 Hewan Penular Rabies di Jaktim Terjaring Razia
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi : Dinilai membahayakan dan beresiko tinggi menularkan virus rabies, belasan satwa liar yang biasa dijajakan di pinggir Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat dirazia petugas Sudin Peternakan dan Kelautan Jakarta Pusat hari ini, Kamis (9/4/2015). 

WARTA KOTA, CAKUNG - Sebanyak 79 hewan penular rabies (HPR) ditangkap Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Jakarta Timur sejak awal tahun hingga Juni 2015.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan Jakarta sebagai kota bebas rabies.

Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Jakarta Timur Bayu Sari Hastuti menjelaskan hewan yang ditangkap terdiri dari anjing, kucing dan monyet liar.

Razia terakhir, petugas berhasil menangkap empat ekor anjing liar di Jalan Belanak III RT 11 RW 07 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2015).

"Total hingga hari ini ada 79 hewan penular rabies yang diamankan yang terdiri dari 45 anjing, 25 kucing dan 9 kera. Ini dlakukan demi pertahankan Jakarta agar bebas rabies dari HPR liar," kata Bayu, Kamis (18/6/2015).

Sementara itu Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Jakarta Timur Faizah menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan untuk saat ini berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Kita memang ada kegiatannya cuma kan karena anggaran terbatas, jadi prioritas yang ada laporan, yang udah pasti ada (HPR)," katanya.

Adapun tahapan yang dilakukan sebelum melakukan razia adalah dengan surat pemberitahuan adanya anjing liar dimana kemudian pihaknya koordinasi dengan kasie kecamatan apakah HPR tersebut ada pemiliknya atau tidak

"Jadi jangan sampai ternyata ada pemiliknya hewan-hewan itu. Razia ini juga kami lakukan sesuai Perda 11 Tahun 1995 tentang pemeliharaan (hewan penular rabies)," katanya.

Sementara itu untuk hewan yang ternyata memiliki tuan, maka sang pemilik akan diberikan sosialisasi agar tidak sembarangan membawa hewan peliharaannya. Jika pun hendak dibawa jalan-jalan, maka sang pemilik harus menjaganya seperti memasangkan rantai agar mudah dikontrol.

Apabila ternyata tidak ada yang memiliki, petugas langsung membawa HPR yang terjaring razia ke Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) di Jakarta Selatan. Nantinya tindakan observasi hewan-hewan itu akan dilakukan jika benar-benar tidak ada pemiliknya.

"Hewan-hewan tersebut nantinya akan dbawa ke Puskeswan. Apabila dalam tiga hari tidak diambil karena tidak ada pemiliknya, maka tindakan observasi akan dilakukan," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved