Razia Minuman Keras

180 Botol Miras Disita di Pademangan

Sebanyak 180 botol miras oplosan disita petugas gabungan di sejumlah toko dan pengecer minuman di Wilayah Pademangan Barat, Rabu (17/6/2015).

180 Botol Miras Disita di Pademangan
Panji Baskhara Ramadhan
Sebanyak 180 botol minuman keras (Miras) oplosan disita petugas gabungan di sejumlah toko dan pengecer minuman di Wilayah Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2015) hingga Rabu (17/6/2015) dinihari tadi. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN - Sebanyak 180 botol minuman keras (Miras) oplosan disita petugas gabungan di sejumlah toko dan pengecer minuman di Wilayah Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

Menurut Lurah Pademangan Barat, Royto Harahap, razia dilakukan lantaran adanya laporan warga sekitar.

"Ada warga melaporkan, maraknya peredaran miras oplosan. Makanya, razia dilakukan mulai Selasa (16/6/2015) hingga Rabu (17/6/2015) dini hari.

Razia ini didukung 25 personel petugas gabungan, Polisi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan TNI.

Kata Royto, pihaknya menyisir di sejumlah toko dan pengecer minuman wilayah Pademangan Barat, yakni RW 10 dan RW 07. Alhasil sebanyak 180 botol miras oplosan dan anggur langsung disita.

"Ratusan botol berisi air haram itu kami sita ari sejumlah toko dan warung. Warung dan toko itu kedapatan menjual miras tanpa izin. Sebagian memang sudah pada tutup, Tapi dari yang masih buka kita dapati 120 botol miras oplosan jenis ciu dan 60 botol anggur," ujarnya.

Terhadap para penjual, pihaknya memberikan peringatan agar tidak lagi menjajakan miras oplosan atau miras tanpa izin. Sedangkan hasil sitaan, akan diserahkannya ke Satpol PP tingkat kota.

"Selama Ramadhan akan kita awasi secara ketat. Jangan sampai masih ada menjual miras tanpa izin, apalagi miras oplosan yang selama ini sudah banyak korban," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Chalik, Wakil Camat Pademangan menuturkan, razia pun dilakukan agar masyarakat tidak lagi resah adanya peredaran miras menjelang hingga akhir bulan puasa.

"Ditakutkan, adanya miras ini bisa-bisa para remaja bukannya puasa, ibadah, justru mabuk-mabukan. Bahkan, bisa saja karena mabuk malah melakukan tindak kriminalitas. Hal yang seperti ini harus kita waspadai bersama," ungkap Abdul Chalik saat dikonfirmasi. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved