Home »

News

» Jakarta

Tak Ada Tanda Penyerangan, Mall of Indonesia tetap Dijaga Ketat

Penjagaan dilakukan menyusul adanya ancaman penyerangan ke Mal of Indonesia oleh sebuah ormas, dan tuntutan anggota ormas yang ditahan.

Tak Ada Tanda Penyerangan, Mall of Indonesia tetap Dijaga Ketat
Panji Baskhara Ramadhan
Sejak pagi, puluhan lebih polisi melakukan penjagaan di Kawasan Mall Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/6/2015). 

KELAPA GADING, WARTA KOTA- Puluhan personel kepolisian bersenjata lengkap berjaga di area Mall of Indonesia (MOI), Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/06/2015).

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Sutriyono mengatakan, penjagaan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi akan adanya perencanaan aksi yang akan dilakukan salah satu ormas.

"Ya, mapping untuk rencana massa ke MOI yang akan mengepung pusat perbelanjaan ini," katanya saat dikonfirmasi.

Sutriyono menambahkan, aksi itu tersebut berisikan tentang tuntutan pembebasan para anggotanya (ormas), yang masih ditahan pascaaksi penyerangan pada Jumat (29/05) lalu.

"Informasinya, memang ada wacana demikian dari Korwil Jakarta Utara (Jakut). Namun, adanya informasi seperti itu, pihak kami tetap akan ekstra waspada dan bersiap-siap untuk mengantisipasi hal itu," tutupnya.

Hingga kini, suasana di sekitaran MOI masih terpantau lengang. Belum terlihat tanda-tanda kedatangan ribuan orang dari salah satu ormas tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, ratusan orang dari ormas yang mengaku dari Forum Betawi Rempug (FBR), mengacak-acak MOI, Kelapa Gading, pada Jumat (29/05) lalu.

Kericuhan itu membuat kaca di lima loket karcis parkir di Pintu Keluar Mall, porak-poranda.

Tak hanya itu saja, beberapa security mall mengalami luka-luka akibat serangan membabi buta tersebut.

Pascainsiden tersebut, polisi menangkap 12 tersangka, masing-masing sembilan anggota FBR dan tiga petugas keamanan MOI, Sabtu (30/05).

FBR sendiri inisialnya M (41), W (39), J (25), R (43), AA (40), S (41), SY (36), G (40) dan M (45). Sedangkan petugas keamanan MoI yakni AU (28), BAT (25), dan HSP (35).

Satpam MoI ditetapkan sebagai tersangka terkait pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Sedangkan, anggota FBR yang ditetapkan sebagai tersangka dikenakan pasal 160 KUHP tentang penghasutan. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Tri Broto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help